0%
Rabu, 12 November 2025 12:24

Komisi V DPR Dorong Kesiapsiagaan Bencana Jadi Materi Wajib di Sekolah

Editor : Alif
Komisi V DPR Dorong Kesiapsiagaan Bencana Jadi Materi Wajib di Sekolah
ist

Musa menilai langkah paling efektif untuk menanamkan kesadaran tanggap bencana adalah dengan memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah formal.

PORTALMEDIA.ID - Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah mendorong agar edukasi dan pelatihan tanggap bencana dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah.

Menurutnya, sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat masih belum dilakukan secara menyeluruh, padahal Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dan longsor.

“Menurut saya, yang lebih penting lagi adalah bagaimana mensosialisasikan tentang tanggap bencana ini kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Musa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 hingga November serta rencana program dan kegiatan tahun 2026.

Musa mengapresiasi berbagai inisiatif edukasi yang telah dilakukan oleh BMKG dan Basarnas, seperti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Gempa, serta kegiatan SAR Goes to School dan BMKG Goes to School. Namun, ia menilai kegiatan tersebut masih terbatas dan belum menjangkau seluruh daerah secara serentak.

“Program seperti Sekolah Lapang dan Goes to School itu bagus, tapi menurut saya belum dilakukan secara masif. Idealnya, sosialisasi ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian

Karena itu, Musa menilai langkah paling efektif untuk menanamkan kesadaran tanggap bencana adalah dengan memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah formal. Dengan demikian, nilai-nilai kesiapsiagaan dapat tertanam sejak usia dini dan menjadi bagian dari kebiasaan generasi muda Indonesia.

“Saya pernah sampaikan sebelumnya, alangkah baiknya kalau edukasi tanggap bencana ini masuk dalam kurikulum belajar mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Karena kalau sudah usia lanjut, biasanya hal-hal seperti ini sulit melekat di pikiran, kecuali dilakukan terus-menerus,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembelajaran tanggap bencana sejak dini akan membantu membentuk sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.

Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional

“Kalau ini masuk ke kurikulum, akan menjadi ingatan dan kebiasaan bagi generasi penerus bangsa,” pungkas Legislator Dapil Sumatera Utara I itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer