PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR - Penyesalan selalu datang di belakang, itulah uangkapan yang patut diberikan kepada empat orang pemuda yang tega melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang supir bernama Muh Reza hingga menyebabkan korban tewas.
Diketahui, Reza merupakan korban salah keroyok atau salah sasaran. Reza bahkan dimassa oleh kurang lebih 40 orang, yang membuatnya meregang nyawa.
Para pelaku yang diamankan polisi beberapa waktu lalu itu bernama Joni (21), Ardiansyah (22), Muhammad Aldi (22), dan Achmad Fikri alias Kiki (20).
Baca Juga : Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pengeroyokan di Gowa, 5 Pelaku Diamankan Polisi
Saat dipertemukan dengan keluarga korban, yaitu orang tua dari Reza di Mapolsek Rappocini, pada Rabu (21/9/2022) malam kemarin, keempat tersangka hanya bisa menangis memohon ampun kepada kedua orang tua Reza.
"Minta maafka kodong Bu', Pak. Minta maafka, saya menyesal Pak," ujar para tersangka penganiayaan kepada orang tua korban, dengan dialek khas Makassar.
Ayah Korban, Uci menyesalkan tindakan para pelaku penganiayaan yang telah merenggut nyawa anaknya dengan cara nahas. Terlebih, seorang di antaranya ialah rekan dari korban sendiri
Baca Juga : Dua Saudara Kembar di Makassar Keroyok Tetangga Lantaran Tak Terima Ditegur Curi Mangga
"Mudah-mudahan orang tuamu tidak rasakan apa yang saya rasakan saat ini. Doakan orang tuamu, adik-adikmu, hukum karma berjalan," ujarnya.
Uci juga mengungkapkan bahwa Muh Reza selama ini ialah tulang punggung keluarga. Lantaran Uci tidak lagi mampu bekerja dikarenakan usianya yang kian menua.
"Setelah bertemu saya sudah peringati dia kenapa anak saya dikasi begitu. Anak saya orang baik-baik. Dia itu tulang punggung keluarga. Waktu anak saya diantar banyak sekali orang yang menangis," ujar Uci dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga : Kelompok Pemuda di Makassar Terlibat Pengeroyokan Gegara Pasang Jari Tengah
Uci berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Karena anaknya diperlakukan tidak sepantasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan, bahwa saat ini masih mengejar beberapa pelaku penganiayaan lainnya.
"Saya sengaja mempertemukan antara orang tua korban dan pelaku biar tidak ada dendam ke depan. Biar keluarga korban mempercayakan kepada kami aparat kepolisian untuk memproses secara tuntas. Masih ada beberapa tersangka yang belum tertangkap, kita akan terus kejar dan tangkap semuanya," tukas Budhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News