0%
Sabtu, 29 November 2025 07:53

Tanggap Darurat Lintas Fungsi: Pertamina Simulasikan Penanganan Kebakaran Tangki dan Aksi Warga di FT Luwuk

Editor : Kimel
Dok. Pertamina
Dok. Pertamina

Simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan tim dalam menangani dua insiden bersamaan.

PORTALMEDIA.ID, LUWUK – Pertamina Patra Niaga menggelar latihan simulasi penanggulangan keadaan darurat di Fuel Terminal Luwuk pada Rabu (26/11).

Simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan tim dalam menangani dua insiden bersamaan, yaitu aksi warga masyarakat hingga penangangan percikan api pada salah satu tangki penyimpanan.

Latihan ini melibatkan langsung tim tanggap darurat dari kantor pusat, regional Sulawesi dan FT Luwuk, serta didukung oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat.

Skenario dimulai ketika sinyal pertama keadaan darurat dari FT Luwuk diterima ke pusat komando Pertamina Patra Niaga di Jakarta. Dalam hitungan menit seluruh sistem siaga langsung aktif dan semua tim bergerak.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan prioritas utama perusahaan adalah keselamatan dan pelayanan kebutuhan energi untuk masyarakat.

"Operasional dan distribusi kini kembali stabil, meskipun pengawasan diperketat hingga situasi dianggap benar-benar aman," ujar Roberth.

Ia menambahkan, simulasi ini menjadi pengingat penting bahwa menjaga energi berarti bekerja tanpa kompromi pada aspek keselamatan.

Kondisi yang diawali dengan aksi warga di sekitar area operasi FT Luwuk yang berlangsung bersamaan dengan insiden pada tangki Pertamax yang memicu percikan api pada salah satu tangki penyimpanan sehingga membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur.

Dari Jakarta, radio komunikasi dan sistem monitoring berbunyi serempak. Tim pusat memastikan satu hal: keselamatan masyarakat dan pekerja adalah prioritas utama.

Tim tanggap darurat (Emergency Response Team/ERT) Pertamina Patra Niaga bersama Pemadam Kebakaran daerah langsung mengeksekusi prosedur penanganan darurat.

Api berhasil dikendalikan dalam waktu yang relatif cepat, sementara Tim HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) pusat dan regional memastikan setiap langkah teknis sesuai prosedur.

Di saat yang sama, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan pemerintah setempat melakukan evakuasi warga ke titik aman di Desa Bungin Timur dan Desa Lumpoknyo.

Hasil pengecekan lapangan menegaskan tidak ada korban jiwa, sebuah capaian penting di tengah kondisi yang tidak mudah.

Guna memastikan suplai energi untuk masyarakat tetap terlayani, Pertamina Patra Niaga dari pusat memutuskan  mengaktifkan alih suplai atau supply rerouting dari FT Kolonedale.

Langkah ini dilakukan agar suplai untuk SPBU dan lembaga penyalur di Luwuk tetap aman tanpa gangguan distribusi.

Executive General Manager (EGM) Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan dan instansi yang terlibat.

"Setelah api padam, proses cooling down, inspeksi, dan recovery dilakukan secara hati-hati. Tim HSSE pusat dan regional terus memantau area fasilitas untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan," ujar Fanda.

Komitmen menjaga keselamatan, melindungi masyarakat, dan memastikan suplai energi terus mengalir menjadi fokus utama Pertamina, dari kantor pusat di Jakarta hingga ujung operasional di Luwuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar