Menurut Yosep, Batalyon 120 Makassar pada dasarnya menjadi wadah penyelesaian masalah klasik antara pemerintah Kota Makassar, kepolisian sebagai aparat penegak hukum sekaligus melibatkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara baik dan benar.
"Dan kemudian mengajak mereka yang suka tawuran suka berkelahi suka membuat keributan dalam masyarakat untuk kembali menjadi manusia yang hadir sebagai rahmat, sebagai karunia sebagai terang bagi sesama dalam kehidupan publik di Kota Makassar," tutur Yosep.
Lebih lanjut Yosep mengatakan Batalyon 120 Makassar mempunyai peran untuk membantu Pemkot Makassar dan kepolisian untuk membangun kesadaran para pelaku kriminal jalanan untuk berubah.
"Melalui Batalyon 120 ini diwajibkan kepada setiap mereka yang mau masuk sebagai anggota mereka harus menyerahkan semua alat-alat senjata atau hal-hal yang berhubungan dengan kejahatan termasuk minuman keras dan lain sebagainya," katanya.
"Maka di Batalyon 120 ini biasanya itu merupakan tempat penampungan nanti barang-barang yang bisa dipakai untuk kejahatan ini diserahkan kepada kepolisian oleh pemerintah bersama mereka yang sudah sadar di dalam kelakuan buruk mereka dalam masyarakat untuk dimusnahkan bersama-sama," ujarnya.
Terakhir, sebagai penutup Yosep menyampaikan, dalam melihat berita atau kabar-kabar yang tersiar saat ini, kita harus mampu menampung dan menalar setiap berita-verita secara benar dan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
