0%
karangan bunga makassar
Sabtu, 24 September 2022 12:34

Perjuangan Mariama Melawan Tergerusnya Siri' na Pacce: Mencari Sisa Keadilan dari Perselingkuhan yang Dibenarkan

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi. Foto: istock
Ilustrasi. Foto: istock

Mariama (40) seorang ibu rumah tangga di Jeneponto, berjuang melawan tergerusnya budaya siri' na pacce yang hampir hilang di daerahnya, Desa Balumbungan, Bontoramba, Jeneponto. Siri' na pacce yang hilang dirasakannya ketika perselingkuhan suaminya justru dibenarkan oleh masyarakat desa.

dewanpers

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Seroang ibu rumah tangga bernama Mariama (40) menjadi hangat diperbincangkan di kalangan sosilog, budayawan hingga LBH. 

Mariama adalah seorang perempuan yang kini menjalani hidup sebagai tulang punggung keluarga. Peran ganda yang diembannya sebagai bentuk tanggung jawab menghidupi dua orang anak dan melunasi utang suami yang meninggalkannya.

iklan pdam

Kisah ini dialami Mariama yang tinggal di Balumbungan, Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Ia adalah penyintas atau korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dipicu dari perselingkuhan suaminya.

Baca Juga : Bejat, Kakek di Jeneponto Diduga Tega Lecehkan Anak di Bawah Umur: Masih Kerabat Sendiri

Hingga pada akhirnya, Mariama memberanikan diri untuk melapor ke pihak berwajib tentang perselingkuhan suaminya, dengan perkara: Menikah tanpa izin dan atau perzinahan. 

LBH Siap Dampingi Mariama untuk Perkara KDRT

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Rosmiati,  memberikan arahan kepada Mariama untuk melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian dengan laporan KDRT.

"Setelah melapor, dan ingin didampingi oleh LBH APIK maka kami siap memberikan pendampingan hukum kepada Mariama," ujar Ros, sapaan akrabnya kepada portalmedia.id, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga : Peneliti Ungkap Kerusakan Terumbu Karang di Sulsel, Rektor Unhas Turun Tangan

Lebih lanjut, ia menuturkan, korban juga bisa mengambil langkah cerai kalau merasa tidak bisa lagi mempertahankan hubungan rumah tangganya.

"Misalnya, bisa ji juga melakukan gugat cerai kapada suaminya. Terus ini perempuan jangan mi urusi selingkuhan suaminya, karena dia juga korban," bebernya.

Ros menyebutkan, dalam hal ini. korban Mariama juga bisa melaporkan dengan poin kasus penelantaran. "Apalagi kalau misal dia sering dipukul didepan anaknya. dia bisa mengajukan ini di kepengadilan agama," ujar Ros mengarahkan.

Baca Juga : Unhas dan Kemenko PMK Kerjasama Rumuskan Skema Beasiswa Double Degree untuk S2 Sosiologi

Selanjutnya, Ros menjelaskan jika kasus KDRT memang sering menjadi momok bagi korban. "Sepanjang tahun 2021, ada 101 kasus kekerassan berbasis gender. Dan 60% itu KDRT selebihnya kasus kekerasan seksual dan anak," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer