PORTALMEDIA.ID,GOWA- Ratusan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Gowa masuk ke dalam Grab Mart. Kini pra apedagang ini sudah mulai menawarkan jualannya melali pasar digital.
"Ada 100 pedagang pasar di Gowa yang sudah masuk Grab Mart. Ini fitur belanja secara online, mulai di supermarket, pasar modern, dan termasuk pasar tradisional," kata East Director PT Grab Teknologi Indonesia, Halim Wijaya, kemarin.
Ia mengatakan, 100 pedagang pasar yang telah difasilitasi sistem pemasaran digitalisasi baru berada di Pasar Minasa Maupa, Kecamatan Somba Opu. Sebab, pasalnya program ini baru menjadi langkah awal.
Baca Juga : Pamerkan Produk Unggulan di APEKSI 2026, Booth Dekranasda Makassar Diserbu Pengunjung
"Ini bagian dari program Kota Masa Depan atau Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan yang dilaunching pada 2021 lalu. Program ini untuk digitalisasi UMKM yang ada di Kabupaten Gowa, terutama pada sektor perdagangan,” ungkapnya.
Halim mengungkapkan, pada kerjasama antara Grab Teknologi Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, Kota Masa Depan ini bukan hanya mendorong sistem digital pada pelaku UMKM maupun pedagang pasar. Tetapi juga akan mendorong digitalisasi ecotourism.
"Dalam kerjasama ini Grab akan membantu memperkenalkan pariwisata Kabupaten Gowa melalui aplikasi," sebut Halim.
Dalam program Kota Masa Depan tersebut, Kabupaten Gowa menjadi daerah satu satunya di Sulsel yang diajak bekerjasama. Khususnya pada digitalisasi ecotourism, penggunaan produk dan layanan.
“Kabupaten Gowa salah satu Kabupaten yang terbuka dan mensupport dalam digitalisasi. Kami berharap bisa membantu Pemerintah Kabupaten Gowa dalan meningkatkan digitalisasi dan mengembangkan UMKM,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

