0%
Selasa, 19 Mei 2026 11:50

Tembus Rp 7.669 Triliun, Begini Kondisi Terkini Utang Luar Negeri Indonesia

Editor : Agung
Tembus Rp 7.669 Triliun, Begini Kondisi Terkini Utang Luar Negeri Indonesia
ist

Rasio terhadap PDB Membaik Satu indikator positif yang patut digarisbawahi adalah menurunnya rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada triwulan I-2026, rasio beban utang terhadap ekonomi nasional turun menjadi 29,5%, dari sebelumnya 30% di akhir tahun lalu.

 

JAKARTA, Portalmedia.id – Bank Indonesia (BI) resmi merilis data terbaru posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I-2026. Tercatat, posisi ULN Indonesia berada di angka US$ 433,4 miliar atau setara dengan Rp 7.669 triliun (asumsi kurs Rp 17.695).

Meski secara angka nominal mengalami kenaikan tipis 0,8% dibandingkan posisi Desember 2025 (US$ 431,7 miliar), namun pertumbuhan ini tercatat melambat secara tahunan.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perlambatan ini merupakan sinyal pengelolaan yang terukur. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ULN pada triwulan IV-2025 mencapai 1,9%.

"Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya," ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Rasio terhadap PDB Membaik Satu indikator positif yang patut digarisbawahi adalah menurunnya rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada triwulan I-2026, rasio beban utang terhadap ekonomi nasional turun menjadi 29,5%, dari sebelumnya 30% di akhir tahun lalu.

Kabar baik lainnya, struktur utang Indonesia tetap didominasi oleh tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4% dari total ULN. Hal ini menunjukkan risiko gagal bayar jangka pendek yang tetap terkendali.

Kepercayaan Investor dan Sektor Strategis ULN Pemerintah tercatat sebesar US$ 214,7 miliar. Pertumbuhan di sektor ini melambat menjadi 3,8% (yoy). Denny menyebutkan, perkembangan ini dipengaruhi oleh aliran modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

Adapun aliran dana utang pemerintah tersebut difokuskan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kepentingan publik, di antaranya:

  • Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial: 22,1%

  • Administrasi Pemerintah & Pertahanan: 20,2%

  • Jasa Pendidikan: 16,2%

  • Konstruksi: 11,5%

Sektor Swasta Justru Menurun Berbanding terbalik dengan sektor pemerintah, ULN swasta justru mengalami penurunan menjadi US$ 191,4 miliar. Penurunan ini terjadi baik di lembaga keuangan maupun perusahaan bukan lembaga keuangan, dengan kontraksi masing-masing sebesar 3,6% dan 1,3% secara tahunan.

Sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik/gas, serta pertambangan masih menjadi kontributor terbesar ULN swasta dengan pangsa 80,4%.

Komitmen Stabilitas Ekonomi Menutup keterangannya, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk memantau pergerakan ULN secara ketat.

"Optimasi ULN akan terus diarahkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko stabilitas perekonomian," pungkas Denny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar