PORTAL MEDIA, ID. GOWA- Terungkap motif penyerangan sejumlah Orang Tidak Dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam terhadap mahasiswa di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar.
Penyerangan diduga buntut dari adanya larangan pemalakan terhadap Mahasiswa Baru (maba) FKIK UIN Alauddin Makassar 2022, oleh sejumlah oknum mahasiswa.
"Ada pemalakan pas PBAK tanggal 30 Agustus, (maba) dipajaki untuk bayar parkir," kata Ketua HMJ Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UIN Alauddin Makassar, Juniar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/9/2022).
Saat insiden itu terjadi, Juniar berupaya kedatangannya ke parkiran untuk melarang beberapa oknum mahasiswa yang juga dari fakultas yang sama untuk memalak para Maba sebab dalam aturan kampus tak ada istilah parkir, mengingat kampus juga dilengkapi CCTV dan dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Namun pada saat oknum tersebut ditegur, para oknum itu merasa tersinggung hingga salah satu rekan Juniar yang mengawal Maba itu dikeroyok oleh oknum mahasiswa yang melakukan pemalakan dengan modus parkir itu.
"Jadi sudah disepakati bahwa di kawal mahasiswa sampainya pulang karena banyak kejadian yang tidak diinginkan, pemalakan. Dipajaki untuk bayar parkir, saya dan beberapa pengurus kesana sampaikan bahwa ini tidak ada instruksi untuk jaga parkir karena adaji CCTV sama Security kampus. Saya jelaskan tapi tetap ngotot dan kayak menuntut imbalan karena dia jaga motornya mahasiswa. Terjadi cekcok dan ada satu orang pengurus yang dia pukul," jelasnya.
Baca Juga : Aksi Penyerangan Kelompok Pemuda Menggunakan Busur Kembali Marak
Kata Juniar, dari video hasil rekaman CCTV dan juga rekaman video yang sempat diabadikan beberapa mahasiwa lainnya hingga viral pelaku pengeroyokan pertama kali diperkirakan berjumlah empat orang.
Atas kejadian itu pengurus himpunan HMJ Kesmas pun mengajukan laporan beserta barang bukti ke pimpinan fakultas namun hal itu belum ditanggapi. Laporan awal itu dimasukkan pada hari Kamis (1/9/2022) atau sehari setelah kejadian.
Pengeroyokan kedua kalinya itu terjadi pada hari Senin (26/9/2022). Dimana yang menjadi korban adalah Juniar bersama dengan kedua orang temannya bernama Assam dan Divia.
Baca Juga : Menag Minta Sindikat Uang Palsu di UIN Makassar Dihukum Berat
Parahnya, salah satu dosen yang ikut melerai bernama Dwi turut jadi korban keganasan oknum mahasiswa yang tak dikenal itu. Mereka disebut diserang secara tiba-tiba dan mengakibatkan beberapa luka di bagian tubuhnya.
"Kepalaku bagian sebelah kanan robek. Terus ada beberapa di punggung kayak di tusuk kunci motor tiga titik. Saya tidak tau kunci atau apa tapi semacam benda tumpul. Tapi kalau itu temanku dua saya tidak tau apanya luka. Tapi kalau ibu Dwi tangannya kayaknya ikut kenna pas dia melerai waktu dikeroyok ka," sebutnya.
Juniar mengaku telah melakukan visum di rumah sakit dan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum tersebut.
Baca Juga : Polisi Periksa Pengusaha dan Politisi Makassar Terkait Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin
Juniar juga mengaku punya banyak bukti mulai dari video rekaman mahasiswa dan juga beberapa rekaman CCTV kampus.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) melakukan aksi penyerangan dengan senjata tajam di kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang terletak di Jalan HM Yasin Limpo, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (26/9/2022).
Akibatnya tiga mahasiswa dikabarkan menjadi korban terkena sabetan senjata tajam. Video yang memperlihatkan aksi penyerangan itu pun beredar hingga viral di Media Sosial (Medsos).
Baca Juga : Oknum Pegawai UIN Alauddin Terlibat Sindikat Uang Palsu Langsung Dipecat Tidak Hormat
Diketahui, para OTK itu melakukan aksi penyerangan ke sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar. OTK itu menyerang mahasiswa menggunakan berbagai senjata tajam dan busur panah.
Dalam video yang dilihat, sejumlah petugas keamanan kampus berusaha melerai para mahasiswa yang ingin melakukan aksi serangan balasan. Mengantisipasi bentrokan, pihak kampus lansung melakukan tindakan dengan mengunci pagar keluar masuk kampus untuk mencari para pelaku.
Wakil Dekan III FKIK, Prof Muhtar Lutfi membenarkan perihal insiden itu. Kata dia, saat itu dirinya sedang berada dalam ruangannya, tak selang lama terjadilah kericuhan.
"Saya tidak tahu apakah baku tikam atau tidak, tapi saya lihat itu ada darah di lantai," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News