0%
Selasa, 02 Juni 2026 10:29

Pasca Iduladha, Bapanas Pastikan Stok Aman dan Harga Pangan Terkendali

Editor : Agung
Pasca Iduladha, Bapanas Pastikan Stok Aman dan Harga Pangan Terkendali
ist

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa kondisi neraca pangan nasional saat ini relatif kokoh. Padahal, rantai pasok global tengah dibayangi ketidakpastian akibat eskalasi geopolitik internasional.

PORTALMEDIA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan fluktuasi harga pangan pokok pasca-hari raya Iduladha 1447 Hijriah tetap berada dalam radar kendali pemerintah. Berbagai intervensi pasar terus digeber untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan harga tetap terjangkau oleh masyarakat.

Kondisi pergerakan harga di akhir bulan ini sekaligus menjadi sinyal kuat untuk membaca arah inflasi pada periode Mei hingga Juni 2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa kondisi neraca pangan nasional saat ini relatif kokoh. Padahal, rantai pasok global tengah dibayangi ketidakpastian akibat eskalasi geopolitik internasional.

"Kalau kita bicara kondisi harga pangan, kita harus bersyukur dengan situasi global dunia hari ini yang tidak menentu, tapi kondisi neraca pangan kita secara nasional masih cukup kuat," ujar Maino di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Intervensi Pasar Jadi Kunci

Langkah taktis pemerintah yang mempercepat intervensi pasar sebelum dan sesudah Iduladha terbukti ampuh meredam lonjakan harga di tingkat konsumen. Indikator ini diperkuat oleh tren inflasi nasional yang sebelumnya mencatat penurunan pada April 2026.

Meski begitu, Maino memberikan catatan kritis terkait alur distribusi pangan yang masih menjadi tantangan besar di lapangan.

"Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode panennya juga berbeda-beda antarwilayah," jelasnya.

Rapor Harga Pangan di Lapangan

Berdasarkan data pantauan Bapanas hingga akhir Mei (dua hari pasca-Iduladha), mayoritas harga pangan pokok strategis secara nasional masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP):

  • Beras Medium: Berada di rata-rata Rp13.456 per kilogram (kg), mengalami penurunan tipis 0,19 persen dibanding pekan sebelumnya.

  • Daging & Telur Ayam Ras: Komoditas ini terpantau adem di bawah level HAP, masing-masing bertengger di angka Rp38.385 per kg dan Rp29.469 per kg.

  • Bawang Merah & Cabai Merah Keriting: Menjadi komoditas yang masih "pedas" di atas HAP. Bawang merah rata-rata dibanderol Rp47.185 per kg (HAP Rp41.500), sementara cabai merah keriting menyentuh Rp60.638 per kg (HAP Rp55.000).

  • Keseimbangan Produsen dan Konsumen Bapanas menegaskan intervensi pemerintah tidak hanya fokus menyerap keluhan konsumen, tetapi juga melindungi petani. Di tingkat produsen, pemerintah menjaga harga gabah tetap seksi di angka Rp6.500 per kg agar petani tetap bergairah berproduksi.

Masifkan SPHP dan Gerakan Pangan Murah

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Perum Bulog tercatat telah menggelontorkan 507 ribu ton beras SPHP ke pasar. Tak hanya itu, bantuan pangan beras dan minyak goreng juga telah menyasar 15,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 33,2 juta KPM.

Langkah taktis penekanan inflasi di daerah juga diwujudkan lewat Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga akhir Mei, GPM telah digelar sebanyak 5.037 kali di 417 kabupaten/kota di Indonesia—melesat tajam dibanding capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya 3.482 kali.

Optimisme Berdikari: Stop Impor Beras dan Jagung

Di tempat terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan otot ketahanan pangan Indonesia kini jauh lebih kekar. Saat ini, ketergantungan terhadap impor pangan pokok strategis berhasil ditekan hingga tersisa 4-5 persen saja.

"Sekitar 96 persen kebutuhan pangan nasional sudah dipenuhi dari produksi dalam negeri," tegas Amran.

Keberhasilan Indonesia menyetop total impor beras umum dan jagung pakan yang dimulai sejak 2025 kini dipastikan terus berlanjut sepanjang 2026. Pemerintah kini membidik target berikutnya: swasembada gula konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar