0%
Jumat, 10 April 2026 02:56

Melinda Aksa Dorong Pengurus PKK Jadi Contoh Pengelolaan Sampah di Masyarakat

Editor : Chale
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar yang juga Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa (tengah, berjilbab putih), berfoto bersama dengan jajaran ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan serta kelurahan seusai menghadiri kegiatan Kajian Islam di Masjid Agung 45 Makassar. Dalam forum tersebut, Melinda menginstruksikan seluruh kader PKK menjadi role model penataan lingkungan hidup dengan mulai mendisiplinkan diri memilah sampah dari tingkat rumah tangga guna mereduksi beban volume
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar yang juga Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa (tengah, berjilbab putih), berfoto bersama dengan jajaran ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan serta kelurahan seusai menghadiri kegiatan Kajian Islam di Masjid Agung 45 Makassar. Dalam forum tersebut, Melinda menginstruksikan seluruh kader PKK menjadi role model penataan lingkungan hidup dengan mulai mendisiplinkan diri memilah sampah dari tingkat rumah tangga guna mereduksi beban volume

Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa mengajak kader memilah sampah dari rumah tangga lewat lubang biopori, komposter, dan maggot demi kurangi beban TPA.

MAKASSAR, portalmedia.id — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menaruh perhatian serius terhadap isu kelestarian lingkungan hidup di wilayah perkotaan. Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, secara lantang mengajak seluruh elemen pengurus dan kader PKK di semua tingkatan untuk terlibat aktif memilah sampah sejak dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

Seruan bernada edukatif tersebut dilontarkan Melinda di sela-sela pelaksanaan agenda kajian Islam berkala yang dipusatkan di Masjid Agung 45 Makassar, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo. Momentum spritual yang dihadiri oleh para ketua beserta jajaran pengurus inti TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Makassar ini dimanfaatkan untuk memperkuat penyelarasan program kerja organisasi dengan kebijakan pemerintah daerah.

"Tahun ini Pemerintah Kota Makassar kembali memfokuskan perhatian penuh pada optimalisasi program pengelolaan sampah. Hal ini krusial mengingat eskalasi volume buangan sampah harian di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang terus merangkak naik. Sebagai mitra strategis pemerintah, kita semua di lini PKK wajib hukumnya mendukung penuh program ini," cetus Melinda Aksa di hadapan para kadernya.

Baca Juga : Pukau Delegasi Internasional, Fashion Show Tenun Nusantara Meriahkan Spouse Program IGS 2026 di Makassar

Tegaskan Pola Hulu ke Hilir, Kader PKK Wajib Beri Contoh Nyata

Melinda yang juga diamanahkan menakhodai posisi krusial sebagai Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar ini menggarisbawahi bahwa tata kelola persampahan tidak akan pernah tuntas jika hanya bertumpu pada penanganan di area hilir saja. Regulasi dan eksekusi dinilainya harus bergerak simultan dan menyeluruh, mulai dari hulu alias dari titik produksi sampah itu sendiri.

“Perubahan fundamental dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan mutlak harus diinisiasi dari pembentukan habit atau kebiasaan kecil yang konsisten dilakoni oleh masyarakat setiap hari. Oleh sebab itu, saya mengetuk kesadaran seluruh pengurus PKK untuk memelopori gerakan memilah sampah organik dan anorganik dari dapur rumah tangga kita masing-masing,” urainya tegas.

Baca Juga : Pameran “The Taste and Craft of Makassar” Jadi Momentum Diplomasi Budaya di Kancah Dunia

Lebih lanjut, Melinda mewanti-wanti agar jajaran fungsionaris PKK mampu memosisikan diri sebagai figur percontohan (role model) yang baik di tengah-tengah pemukiman warga, sebelum melangkah lebih jauh melakukan sosialisasi ke publik luas.

“Jangan sampai kita gencar berkhotbah mengajak orang lain di luar sana untuk tertib, tetapi kita sendiri belum mengimplementasikannya di dalam rumah. Dengan menyajikan keteladanan atau contoh secara langsung, saya optimistis masyarakat sekitar akan jauh lebih mudah tergerak untuk meniru kebiasaan positif tersebut,” imbuhnya.

Siapkan Sosialisasi Praktis Pengolahan Sampah via Komposter hingga Maggot

Baca Juga : Kenalkan Wastra dan Kuliner Lokal, Dekranasda Makassar Sambut Delegasi IGS 2026

Guna mempermudah implementasi di lapangan, Melinda memaparkan beberapa alternatif metodologi praktis dan sederhana yang sangat aplikatif untuk diadopsi dalam skala domestik rumah tangga guna mereduksi sisa limbah dapur.

“Ada banyak inovasi terapan yang bisa kita terapkan secara mandiri, seperti menggalakkan pembuatan lubang biopori di pekarangan, mengoptimalkan instalasi tabung komposter untuk memproduksi pupuk organik, hingga mengandifikasikan budidaya maggot (Black Soldier Fly) sebagai agen hayati pengurai sampah organik. Dalam waktu dekat, kami lewat pokja terkait akan mensosialisasikan kembali tata cara teknisnya secara mendetail,” urai Melinda.

Pihaknya meyakini, akumulasi langkah-langkah mikro yang dilakukan secara kolektif dan konsisten oleh jutaan warga Makassar bakal melahirkan dampak makro yang signifikan terhadap kelestarian lingkungan. Melalui penetrasi gerakan PKK yang mengakar kuat hingga ke kelompok dasawisma di tingkat rukun tetangga, kesadaran kolektif warga Makassar dalam memilah dan mereduksi sampah diharapkan dapat melompat ke level yang lebih tinggi. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar