0%
Sabtu, 01 Oktober 2022 16:44

Wansus Selvi Ahmad Firdaus

Wansus Owner SLV Travel Jawab Isu Mangkir dan Sikap Diam: Target Saya Selesai Desember, ini Janji Saya

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Sesi wawancara khusus Portalmedia.id dengan Owner SLV Travel, Selvi Ahmad Firdaus, di kantor Portamedia, Jl Lamadukelleng, Kamis (27/9/2022). Foto: dok Portalmedia
Sesi wawancara khusus Portalmedia.id dengan Owner SLV Travel, Selvi Ahmad Firdaus, di kantor Portamedia, Jl Lamadukelleng, Kamis (27/9/2022). Foto: dok Portalmedia

Owner SLV Travel, Selvi Ahmad Firdaus hadir di kantor Portalmedia.id memberikan klarifikasi terkait pemberitaan SLV Travel yang dominan menjadi negatif, di antanya karena kebanyakan user meminta pengembalian dana atau refund secepatnya, bahkan menyebut travel yang berdiri sejak 2017 ini sebagai travel bodong.

Jadi misalnya user yang membayar lunas, pasti mereka berharap berangkat. Tapi ini bagaimana? Mereka belum berangkat karena membatalkan dan minta refund atau pihak travel yang membatalkan?
Jadi begini, yang trip Juni hingga Juli, yang membatalkan adalah travel. Dan kami sudah buat surat edaran untuk peserta agar ke kantor mengajukan refund. Trip Agustus sampai September, kita berharap berangkat, tapi kan Juni dan Juli ini pesertanya sampai buat group refund.
Dan Saya juga masih mencari tahu kenapa data peserta Saya bocor. Sampai diundang ke group refund itu. Jadi rata-rata peserta yang akan trip hingga Januari 2023 itu, mereka minta refund. Jadi keadaan perusahaan goyang karena itu.

Berarti yang terjadi adalah kepanikan user yang menggoyangkan situasi ini?
Iya, jadi karena panik, mereka semua berbondong-bondong minta refund, datang di kantor ngamuk-ngamuk sampai datang ke rumah Saya dan lain-lain.

Okey, seperti yang dibahasakan tadi bahwa ada kenaikan tiket, tapi ada tidak klausul di perjanjian yang membahas tentang keterlambatan pelunasan dan kenaikan harga tiket, di luar tanggung jawab travel?
Tidak begitu, jadi sebelum pelunasan dan terjadi keterlambatan tiket maka dananya akan diminta ke mereka, tapi kalau sudah pelunasan lalu ada kenaikan tiket, maka akan menjadi tanggung jawab perusahaan. Jadi walaupun ada kenaikan tiket, kita konsisten dan komitmen sama surat yang dibuat dari travel. Jadi kita tidak membebani ke peserta kalau menambah. Kami yang menambah.

Baca Juga : Dinyatakan Lengkap, Berkas Perkara UU ITE Owner SLV Travel Dilimpahkan ke Kejari Gowa

Nah, yang terbaru masuk di komentar sosmed portal, ada yang mengaku waktu travel di Bali, ada yang tidak dibayar ratusan juta, ini kabarnya terjadi di tahun lalu. Bersamaan dengan Selvi sempat berangkat tour?
Itu tidak benar, itu tidak pernah ada. Yang ada itu, di Maret trip Mandalika. Justru perusahaan yang membutuhkan invoice dari mereka. Ketika ada tagihan pasti kita butuh riil invoice dari perusahaan. Tidak bisa yang ditulis-tulis. Kita butuh invoice itu, tanpa invoice, perusahaan tidak akan mau bayar. Karena Saya pun sudah membayar ke dia kurang lebih Rp 200 juta. Tapi invoice yang Saya minta itu tidak riil.
Saya butuh invoice riilnya. Dan Saya pun ajak dia ketemu di kantor, tapi tidak ketemu. Padahal Saya bilang kantor buka, silahkan ke kantor Saya, biar semuanya detail. Perusahaan tidak akan membayar ketika invoicenya tidak riil. Biar ratusan juta, Rp 50 ribu pun Saya tidak akan ganti kalau tidak ada invoice. Atau tidak ada nota pembelian dan lain-lain.

Tapi betul ada kerja sama dengan travel Lombok itu?
Iya, yang Mandalika, kemarin pun Saya mengalami kerugian hampir Rp 200 juta.

Baik, sekarang begini. Ada orang yang mengaku ke meja redaksi portal kalau dia pinjam uang sama Selvi? Bagaimana tanggapan soal itu?
Kalau itu kak, Saya tidak bisa komentar, karena pribadi. Kalau orang bilang ada beberapa orang, menurut Saya, itu tidak benar. Tapi ini cuma satu orang, tapi Saya tidak bisa komen untuk itu. Karena, itu riil pribadi antara Saya dengan dia.

Baca Juga : Pasca Ditahan, Selvi Terancam Dimiskinkan Kasus Dugaan TPPU

Setelah kisruh ini, dan naik di beberapa bilboard waktu itu, bagaimana perasaan Anda?
Sebenarnya sedih, tapi Saya kesampingkan itu. Saya tidak mau baliho itu mengganggu fokus dan lain-lain. Jadi Saya lebih fokus bagaimana tanggung jawab Saya selesai dan perusahaan kembali normal. Kalau masalah baliho Saya serahkan ke proses hukum. Sebenarnya Saya sedih yah, tapi mau bagaimana, sudah terjadi.

Sampai hari ini, data yang tercatat di SLV travel hanya Rp2,1 M total?
Terakhir di akhir Juni yang form refund, setelah Saya minta mengajukan refund itu kurang lebih Rp2,4 M . Kalaupun ada statemen bahwa segitu, itu belum Saya hitung lagi sampai hari ini, karena Saya dari hari Senin bolak-balik polda untuk BAP. Ini juga cicilannya sudah berjalan.
Tapi memang sampai hari ini terlambat beberapa pembayaran yang direfund, tapi kami tetap bagi.
Saya refund bertahap memang, Saya bagi ke user-user. Karena target Saya pun Desember sudah harus selesai. Dan ini janji Saya. Mungkin setelah BAP, di bulan Oktober Saya akan mendata ulang peserta dan target perusahaan Desember sudah harus clear. Karena kami tidak mau nyebrang tahun, terus masih ada masalah.

Apakah Agustus hingga Oktober masih ada trip?
Iya, masih ada. Kita akan tutup juga sampai setelah pelunasan di bulan Desember. Soalnya masih ada juga yang akan diberangkatkan di November dan Desember. Jadi itu yang kita selesaikan semua. Alhamdulillah, di balik user yang tidak sabar menunggu, masih ada juga yang sabar menunggu sampai waktu tripnya tiba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer