0%
Rabu, 05 Agustus 2026 18:19

Kalla Institute Dorong Digitalisasi dan Produktivitas Industri Sambusa di Pangkep

Editor : Kimel
Kalla Institute Dorong Digitalisasi dan Produktivitas Industri Sambusa di Pangkep
ist

Program ini menargetkan lonjakan kapasitas produksi Sambusa hingga 1.000–1.500 potong per hari serta efisiensi waktu produksi hingga 50 persen berkat penggunaan peralatan modern dan sistem stok bahan baku berbasis digital.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Kalla Institute terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi Induatri Rumah Tangga (IRT)  Sambusa di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Program yang mengusung tema Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif tersebut didanai oleh Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.

Melalui program ini, tim dosen Kalla Institute memberikan pendampingan kepada Kelompok IRT Mutabikh Maryama dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta mengoptimalkan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ketua Tim Pengabdian, Mardiatul Jannah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan daya saing produknya melalui penerapan teknologi tepat guna dan transformasi digital.

"Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku Industri Rumah Tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana memperluas pasar," ujar Mardiatul Jannah.

Sebanyak 15 peserta—terdiri atas anggota kelompok usaha, mahasiswa pendamping, dan tim pelaksana—mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi workshop, demonstrasi alat produksi modern, pelatihan praktik (hands-on training), pendampingan SOP, hingga evaluasi usaha.

Program ini menargetkan lonjakan kapasitas produksi Sambusa hingga 1.000–1.500 potong per hari serta efisiensi waktu produksi hingga 50 persen berkat penggunaan peralatan modern dan sistem stok bahan baku berbasis digital.

Pada aspek pemasaran dan manajemen, target yang ditetapkan mencakup pencatatan keuangan yang tertib, penggunaan kemasan food-grade, pertumbuhan target minimal 500 pengikut media sosial, dan peningkatan penjualan digital sebesar 30 persen.

Selain Mardiatul Jannah, tim pengabdian ini beranggotakan Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia, dengan keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping lapangan.

Kalla Institute berharap dapat menciptakan model pemberdayaan IRT berbasis teknologi yang mampu memperkuat keberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Pangkep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar