0%
Kamis, 13 Agustus 2026 15:56

Zhu Rongji Tutup Usia, Wariskan China Jadi 'Pabrik Dunia' dan Anggota WTO

Editor : Agung
Zhu Rongji Tutup Usia, Wariskan China Jadi 'Pabrik Dunia' dan Anggota WTO
ist

Mantan pengelola ekonomi paling berpengaruh di Negeri Tirai Bambu tersebut meninggalkan warisan sejarah besar sebagai arsitek di balik modernisasi pesat China pasca-1949.

BEIJING, PORTALMEDIA.ID - Eks Perdana Menteri ke-5 China, Zhu Rongji, yang dikenal luas sebagai reformis ekonomi ulung sekaligus "jagal para koruptor", meninggal dunia di Beijing pada Rabu (12/8/2026) dalam usia 97 tahun.

Mantan pengelola ekonomi paling berpengaruh di Negeri Tirai Bambu tersebut meninggalkan warisan sejarah besar sebagai arsitek di balik modernisasi pesat China pasca-1949.

Zhu yang memimpin pemerintahan China pada periode 1998 - 2003 memegang peran krusial saat menjabat Wakil PM sekaligus Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (1993 - 1995). Di tengah kecemasan global bahwa China akan kembali mengisolasi diri pasca-peristiwa 1989 dan runtuhnya Uni Soviet, Zhu justru mengemudikan ekonomi China melewati masa-masa ketidakpastian.

"100 Peti Mati" dan Perang Melawan Korupsi

Dikenal dengan gayanya yang tegas, lugas, dan tak suka basa-basi, Zhu Rongji meraih popularitas tinggi di dalam negeri dan penghormatan besar di tingkat internasional. Ia tak segan menindak tegas jajarannya, termasuk memecat Gubernur Provinsi Heilongjiang secara langsung di tempat akibat gagal memenuhi target pertumbuhan.

Salah satu pernyataannya yang paling melegenda terucap pada tahun 1998 saat ia menegaskan komitmennya memberantas praktik rasuah:

"Saya telah menyiapkan 100 peti mati di sini — 99 untuk pejabat korup dan satu untuk diri saya sendiri."

Dedikasi tanpa kompromi ini membuatnya dijuluki "Sang Bos" oleh media dan masyarakat luas.

Penggerak "Pabrik Dunia" dan Jalan Menuju WTO

Di bawah kepemimpinannya, China menerapkan reformasi struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara ketat serta memodernisasi infrastruktur nasional secara masif. Langkah berani ini berhasil mentransformasi China menjadi "pabrik dunia"—sebuah status yang melekat hingga hari ini.

Pencapaian tersbesarnya terjadi saat ia berhasil membawa China resmi masuk ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) setelah proses negosiasi alot selama lebih dari satu dekade yang melibatkan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan belasan negara lain.

Meski kerap dijuluki media Barat sebagai "Gorbachev dari China "julukan yang sebenarnya tak ia sukai" Zhu tetap berkomitmen penuh pada stabilitas negara dan Partai Komunis. Seluruh reformasi ekonominya ditujukan untuk memastikan China tumbuh pesat tanpa mengorbankan stabilitas nasional.

Memasuki masa pensiun, Zhu memilih mundur dari panggung politik praktis dan hanya muncul pada agenda-agenda resmi partai, seperti Kongres 2017. Penampilan terakhirnya di publik tercatat saat menjalani perawatan di rumah sakit pada 2020 lalu.

Zhu Rongji berpulang dengan meninggalkan seorang istri, Lao An, serta dua orang anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar