0%
Minggu, 02 Oktober 2022 20:19

Kenali Dampak Gas Air Mata yang Ramai diperbincangkan Dalam Tragedi Kanjuruhan

Editor : Redaksi
Kenali Dampak Gas Air Mata yang Ramai diperbincangkan Dalam Tragedi Kanjuruhan
ist

Gas air mata pada dasarnya merupakan serbuk bertekanan yang menciptakan kabut saat dilemparkan.

PORTALMEDIA.id – Paparan gas air mata pada tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam masih terus menjadi sorotan.

Pasalnya, tragedi tersebut telah merenggut  174 nyawa berdasar pada laporan BPBD Jawa Timur. Salah satu pemicu banyaknya korban jiwa adalah paparan gas air mata yang menimbulkan kepanikan massa di dalam stadion.

Gas air mata itu ditembakkan polisi ke arah lapangan dan area tribun penonton. Karena panik, massa pun berlarian mencari jalan keluar yang membuat mereka mengalami sesak napas dan terinjak-injak hingga berujung kematian.

Baca Juga : Bonek Mania Rayu Bernando Tavares Gabung Persebaya

Terlepas dari namanya, gas air mata sebenarnya tidak berbentuk gas. Dikutip Portal Media dari Healthline, gas air mata pada dasarnya merupakan serbuk bertekanan yang menciptakan kabut saat dilemparkan.

Gas air mata umumnya terbuat dari beberapa bahan kimia Chlorobenzylidenemalononitrile (CS) menjadi senyawa kimia yang paling umum dijadikan bahan pembuatan gas air mata.

Guru Besar FKUI Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa secara umum, paparan gas air mata dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata, dan saluran napas.

Baca Juga : PSM Bawa Pulang Satu Poin dari Surabaya

Pada saluran napas, gejala akut atau yang berlangsung cepat bisa muncul berupa dada yang terasa berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik hingga sesak napas.

"Pada keadaan tertentu, dapat terjadi gawat napas (respiratory distress),"tulisnya, dalam sebuah pesan singkat, Minggu (2/10).

Kondisi akibat paparan gas air mata yang lebih parah bisa dialami orang dengan penyakit bawaan tertentu. Misalnya pada orang dengan penyakit asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca Juga : Imbang Tanpa Gol

Pada kondisi di atas, paparan gas air mata bisa memicu serangan sesak napas akut. "Bukan tak mungkin [sesak napas akut] berujung di gagal napas," tambah Yoga.

Selain di saluran napas, dampak paparan gas air mata juga bisa terjadi di area mata, mulut, dan hidung. Misalnya saja, sensasi terbakar di mata.

"Lalu dapat juga berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan," terang Yoga.

Baca Juga : Siapa Paling Konsisten Meraup Poin

Tak cuma itu, paparan gas air mata juga bisa berdampak pada kulit. Misalnya saja kondisi iritasi atau timbulnya semacam luka bakar dan reaksi alergi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer