0%
Sabtu, 10 Oktober 2026 15:36

arhutla Landa Tana Toraja sejak Agustus, 330 Hektare Lahan Terdampak

Editor : Agung
arhutla Landa Tana Toraja sejak Agustus, 330 Hektare Lahan Terdampak
ist

Armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api di atas bukit, sehingga petugas gabungan terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.

PORTALMEDIA - Sebanyak 330,33 hektare hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hangus terbakar sejak akhir Agustus hingga awal Oktober 2026.

Data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang I mencatat sedikitnya 36 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam kurun 28 Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan UPTD KPH Saddang I, Yohanis Manan Tanda, mengungkapkan Kecamatan Bonggakaradeng menjadi wilayah terdampak paling parah.

"Yang paling luas saat ini di Bonggakaradeng, itu ada satu gunung, lebih 100 hektare yang terbakar, mencakup tiga desa. Di sana dua kali kebakaran dengan dua titik berbeda," kata Yohanis saat dihubungi, Sabtu (10/10/2026).

Yohanis menjelaskan, tumpukan semak belukar dan dedaunan kering yang dipicu kekeringan panjang membuat kobaran api cepat meluas. Kondisi medan pegunungan yang terjal juga menghambat upaya pemadaman.

Armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api di atas bukit, sehingga petugas gabungan terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.

"Ada titik api di atas pegunungan sehingga susah kita padamkan karena tidak ada akses mobil, itu kita padamkan manual," ujarnya.

Mengenai pemicu kebakaran, pihak KPH belum menyimpulkan penyebab pasti, meski faktor aktivitas manusia diduga menjadi sumber utama timbulnya api di tengah cuaca ekstrem.

"Kami belum dapat bukti autentik apakah disengaja atau tidak. Tapi sumber api kemungkinan besar disebabkan oleh manusia, hanya belum dipastikan disengaja atau tidak disengaja," tutur Yohanis.

Kendati kobaran api sempat mendekati kawasan sekolah rakyat dan permukiman warga, serta menghanguskan hampir setengah hektare kebun cengkih, Yohanis memastikan situasi saat ini telah terkendali. Petugas gabungan terus disiagakan di lapangan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer