0%
Selasa, 13 Oktober 2026 16:24

Pelindo Kembali Hadirkan Layanan Ship-to-Ship di Nipa Batam

Editor : Kimel
Pelindo Kembali Hadirkan Layanan Ship-to-Ship di Nipa Batam
ist

Pelayanan yang kembali dimulai pada 9 Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), sebagai penyedia jasa maritim untuk mendukung kelancaran aktivitas STS di kawasan tersebut.

PORTALMEDIA.ID, BATAM - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali menghadirkan layanan pendukung kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di kawasan Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau.

Pelayanan yang kembali dimulai pada 9 Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), sebagai penyedia jasa maritim untuk mendukung kelancaran aktivitas STS di kawasan tersebut.

Terletak di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura, kawasan Nipa memiliki posisi geografis strategis karena berada di dekat salah satu jalur pelayaran dan perdagangan internasional tersibuk di dunia. Melalui layanan STS, kegiatan pemindahan muatan dapat dilakukan langsung antarkapal tanpa harus melalui terminal di darat.

Dimulainya kembali pelayanan STS di NTAA ditandai dengan kedatangan satu kapal induk (mother vessel) dan dua kapal penerima (daughter vessel) yang terlibat dalam rangkaian alih muat secara bertahap.

Kapal induk berukuran 25.487 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat, diikuti kapal penerima pertama berukuran 30.681 GT dengan panjang 195,26 meter. Selanjutnya, kapal penerima kedua berukuran 25.085 GT dengan panjang 175,93 meter tiba pada 10 Oktober 2026.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, menyampaikan dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa merupakan langkah strategis Pelindo dalam memperkuat bisnis jasa maritim sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran internasional.

“Dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa menjadi momentum penting bagi Pelindo Group dalam memperluas jangkauan layanan maritim. Melalui PJM, kami memastikan kesiapan operasional, baik dari sisi sarana pendukung maupun tenaga pandu yang kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Arief.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, PJM telah menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan, armada pendukung, serta personel operasional sesuai kebutuhan. Pelindo juga telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan, serta agen kapal.

Lebih lanjut, Arief menegaskan pengembangan layanan STS di Nipa tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jasa maritim yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

“Keunggulan geografis Nipa merupakan peluang besar yang perlu didukung dengan kualitas layanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menjadikan Nipa sebagai salah satu pilihan utama bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat,” tambah Arief.

Penguatan layanan STS di Nipa juga sejalan dengan transformasi bisnis Pelindo dan arah strategis Danantara Indonesia dalam mendorong optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing BUMN.

Dengan kembali dilayaninya kegiatan STS di kawasan NTAA, Pelindo optimistis dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai lokasi alih muat internasional serta mendorong terciptanya nilai ekonomi dari aktivitas pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar