LUWU TIMUR, PORTALMEDIA — Hasil uji laboratorium terhadap sampel padi di area lahan pertanian terdampak insiden tumpahan minyak Marine Fuel Oil (MFO) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar mutu pangan nasional.
Kepastian tersebut diperoleh dari hasil uji ilmiah demplot penanaman padi yang melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.
Pengujian ini merupakan bagian dari tahapan remediasi lingkungan pascainsiden yang dilakukan PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia Tbk, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa langkah pengujian laboratorium independen diambil untuk memberikan kepastian keamanan pangan sekaligus memulihkan rantai ekonomi pertanian warga.
"Selain membersihkan area terdampak segera setelah insiden, fokus kami adalah memastikan lahan pertanian masyarakat dapat kembali produktif tanpa hambatan ekologis," ujar Yusri dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Yusri menambahkan, pendampingan budidaya pertanian intensif telah dijalankan selama satu siklus tanam penuh sejak Februari hingga September 2026. Pendampingan tersebut mencakup lahan pertanian di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, Timampu, serta Dusun Molindowe dan Dusun Polapi di Desa Lioka.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyambut positif hasil pengujian laboratorium ini. Menurutnya, kepastian mutu hasil panen menjadi dasar penting bagi petani untuk memulai siklus tanam berikutnya.
"Keraguan dan keresahan masyarakat terjawab melalui hasil pengujian dua laboratorium ini. Kami berharap musim tanam kedua bisa segera dimulai pada Oktober atau paling lambat November," kata Irwan.
Irwan memastikan pemerintah daerah bersama PT Vale Indonesia Tbk akan mendampingi petani serta menyalurkan bantuan bibit untuk persiapan masa tanam berikutnya.
Salah seorang petani asal Desa Timampu, Mursalim, mengaku bersyukur atas keluarnya hasil uji laboratorium tersebut. "Hasil ini memberi kepastian bagi kami bahwa lahan sudah aman dan penanaman berikutnya bisa segera dilanjutkan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
