PORTALMEDIA.id - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sulawesi Selatan memperluas penyidikan kasus dugaan perambahan dan pembakaran Hutan Lindung Blok Tanamalia, kawasan Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur.
Langkah ini diambil guna mendalami keterlibatan aktor-aktor lain di balik kerusakan sekitar 5.000 hektare kawasan hutan lindung yang berlangsung sejak 2012. Salah satu fokus penyidikan mengarah pada agenda pemanggilan kembali Ketua Asosiasi Petani Lada (APL) Loeha Raya, Ali Kamri.
Kepala Balai Gakkum Kehutanan Sulawesi Selatan, Ali Bahri, menyatakan proses hukum tidak berhenti pada tiga tersangka yang sebelumnya telah ditahan, yakni AR, AI, dan AW. Posisi penyidik dinilai kian kokoh usai Pengadilan Negeri Makassar menolak permohonan praperadilan yang diajukan para tersangka.
"Praperadilannya ditolak, sehingga proses hukumnya tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku," kata Ali Bahri, Jumat (16/10/2026).
Ali menjelaskan, penyidik tengah mengumpulkan alat bukti tambahan terkait dugaan mobilisasi maupun fasilitasi perambahan lahan ilegal skala luas tersebut sebelum melayangkan surat panggilan lanjutan.
Di lapangan, pembukaan kawasan hutan diduga kuat dipicu oleh transaksi ganti rugi lahan garapan tanpa dasar hukum sah di bawah tangan. Praktik tersebut mengalihkan penguasaan kawasan hutan negara secara ilegal ke tangan perorangan.
Aktivitas tebang-bakar (slash-and-burn) ini juga memicu kabut asap tebal hingga ke wilayah Sorowako dan sekitarnya. Data Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sulsel mencatat Blok Tanamalia menjadi episentrum titik panas (hotspot) tertinggi di Luwu Timur.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona, Pasi Nikmad Ali, membenarkan bahwa kebakaran dipicu pembabatan dan pembakaran hutan negara untuk perluasan kebun merica atau lada.
Dampaknya, indikator kualitas udara (AQI) parameter PM2.5 di kawasan Sorowako sempat menyentuh kategori Tidak Sehat, serta menurunkan jarak pandang hingga ke wilayah tetangga, Kabupaten Luwu.
Berdasarkan analisis citra satelit per Agustus 2026, laju pembukaan lahan melonjak dari 0,55 hektare per hari pada April menjadi 4,47 hektare per hari pada Agustus. Dalam kurun satu bulan, seluas 67,1 hektare tutupan hutan hilang di 128 titik koordinat baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

