0%
Rabu, 28 Oktober 2026 11:45

Laba Bersih Antam Melonjak 46 Persen Jadi Rp 9,66 Triliun pada Kuartal III-2026

Editor : Agung
Laba Bersih Antam Melonjak 46 Persen Jadi Rp 9,66 Triliun pada Kuartal III-2026
ist

Lonjakan laba bersih tersebut turut mengerek laba bersih per saham dasar menjadi Rp 367,78 per saham, naik 48 persen dari Rp 248,62 per saham pada sembilan bulan pertama 2025.

JAKARTA, PORTALMEDIA – Emiten pertambangan anggota grup MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Laba bersih periode berjalan perseroan tercatat melonjak 46 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 9,66 triliun, dibandingkan Rp 6,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan laba bersih tersebut turut mengerek laba bersih per saham dasar menjadi Rp 367,78 per saham, naik 48 persen dari Rp 248,62 per saham pada sembilan bulan pertama 2025.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan, capaian ini didorong oleh optimalisasi operasional dan strategi pemasaran yang adaptif di tengah volatilitas harga komoditas global.

"Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Untung dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Sepanjang Januari–September 2026, Antam membukukan penjualan bersih sebesar Rp 88,48 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan capaian periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 72,03 triliun. Pasar domestik mendominasi realisasi penjualan dengan porsi 95 persen atau setara Rp 83,86 triliun.

Secara operasional, laba kotor tercatat sebesar Rp 15,56 triliun atau naik 42 persen, sedangkan laba usaha menanjak 53 persen menjadi Rp 12,05 triliun. Dari sisi profitabilitas sebelum beban bunga, pajak, dan penyusutan, capaian EBITDA Antam terkerek 45 persen mencapai Rp 13,48 triliun.

Komoditas emas masih menjadi penopang utama pendapatan perseroan dengan porsi 77 persen dari total penjualan. Nilai penjualan emas meningkat 17 persen menjadi Rp 68,41 triliun dengan volume penjualan mencapai 25.217 kilogram (810.745 troy oz).

Segmen nikel—yang mencakup feronikel dan bijih nikel—menyumbang pendapatan Rp 16,98 triliun atau berkontribusi 19 persen dari total penjualan, melonjak 52 persen secara tahunan. Penjualan feronikel naik signifikan hingga 71 persen menjadi 13.971 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Adapun segmen bauksit dan alumina menyumbang Rp 2,64 triliun atau 3 persen dari total penjualan, dengan pertumbuhan volume penjualan bauksit mencapai 49 persen menjadi 1,64 juta wet metric ton (wmt).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menambahkan, manajemen menjaga likuiditas tetap sehat melalui efisiensi biaya dan modal kerja yang terukur.

Kas dan setara kas perseroan per akhir September 2026 tercatat sebesar Rp 10,54 triliun, sementara arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp 5,06 triliun. Secara neraca, total aset Antam meningkat 24 persen menjadi Rp 59,74 triliun dengan total ekuitas naik 17 persen ke posisi Rp 41,22 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar