0%
Kamis, 13 Oktober 2022 22:28

Kunjungi Desa Wisata Nuha, Kemenparekraf Puji Danau Matano yang Terjaga di Tengah Wilayah Pertambangan

Editor : Redaksi
Kunjungi Desa Wisata Nuha, Kemenparekraf Puji Danau Matano yang Terjaga di Tengah Wilayah Pertambangan
ist

Tujuan Kemenparekraf ke Sorowako untuk meninjau Desa Nuha sebagai bagian dari 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

PORTALMEDIA.ID, LUTIM - Rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyambangi desa wisata di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Selasa (11/10/2022).

Kemenparekraf mendatangi Desa Matano Iniaku, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang masuk ke dalam 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, terpilihnya Desa Matano sebagai bagian dari 50 desa pariwisata di Indonesia melalui uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori.

Baca Juga : Vale Indonesia Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Penilaian tersebut diantaranya, daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), Homestay, Toilet umum, Digital dan kreatif, Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan terakhir Kelembagaan Desa.

"Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, yakni Astra,"kata Indra.

Saat Indra dan rombongan tiba di dermaga Lawa River park, ia disambut tarian menangkap ikan. Tarian itu menceritakan kebiasaan masyarakat Matano dalam menangkap ikan menggunakan peralatan tradisional.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Kebakaran di Sorowako

Kemudian, rombongan disambut oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Luwu Timur Budiman Hakim serta jajaran pemerintahan setempat.  

Rombongan juga berkesempatan berkeliling Lawa River Park melihat aktivitas body tubing, campground, dan beberapa spot selfie. Setelah itu, rombongan menaiki raft menuju dermaga Desa Matano. Setibanya di desa tersebut, rombongan disambut tarian memanen. Lalu, mereka melihat potensi UMKM mulai dari kuliner, fesyen, dan kriya. Kemudian rombongan mendengarkan pemaparan dari pengelola desa wisata.

Indra mengapresiasi pola pengelolaan desa wisata tersebut yang berjalan harmonis dan seirama dengan industri tambang.

Baca Juga : Tegas! Bupati Luwu Timur Larang Bangun Perumahan Tanpa Izin

"Kalau yang saya tahu, industri tambang di sini sudah 54 tahun. Tapi danaunya masih seperti ini. Airnya masih bening. Pengolahannya baik. Ini salah satu kolaborasi antara industri tambang dan industri pariwisata yang sinergis. Biasanya selalu bertentangan. Ini merupakan model pengembangan potensi daerah untuk masyarakat. Tambangnya bermanfaatkan bagi masyarakat juga. Bisa disalurkan ke desa wisata sekitarnya. Jika desa wisatanya berkembang bisa merekrut pekerja warga sekitar. Terjadi hubungan mutualisme,” beber Indra.     

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga melihat kolam Mata Air Laa Laa. Mata air ini mengalir ke rumah warga, dan memiliki keunikan yaitu jika berteriak Bura-Bura, maka akan mengeluarkan gelembung air.

Bicara soal potensi wisata, desa tersebut terkenal sebagai danau tektonik purba terdalam di Asia Tenggara dan berada di urutan ke-8 di Dunia. Selain karena bentang alamnya yang khas, Desa Matano juga menjadi bukti sejarah lahirnya peradaban pandai besi. Saat ini, Desa Matano tengah mempersiapkan diri sebagai Geowisata di Indonesia.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Batasi Jam Malam Siswa, Berlaku Mulai Pukul 22.00 WITA

Untuk menuju Desa Wisata Matano Iniaku, wisatawan membutuhkan waktu tempuh perjalanan 60 menit dari Ibukota Kabupaten Luwu Timur. Lalu dilanjut dengan perjalanan air selama 60 menit, menyeberangi Danau Matano menggunakan perahu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer