0%
Selasa, 18 Oktober 2022 11:01

Cerita SD Inpres Bontoa yang Kini Mampu Nikmati Kelas Layak dari Bantuan CSR GMTD

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Hasbi dan beberapa siswa di SD Inpres Bontoa yang kini sudah menikmati kelas layak pakai setelah bantuan renovasi datang dari nonpemerintah (GMTD). Foto: Portalmedia/Gita
Hasbi dan beberapa siswa di SD Inpres Bontoa yang kini sudah menikmati kelas layak pakai setelah bantuan renovasi datang dari nonpemerintah (GMTD). Foto: Portalmedia/Gita

Terhalang oleh kriteria rehab ringan, dulunya pihak sekolah SD Inpres Bontoa terpaksa memberlakukan jam pelajaran pagi dan siang kepada ratusan siswa-siswanya. Ini sebelum bantuan nonpemerintah datang ke sekolah yang terletak di Barombong ini.

Tak Tersentuh Bantuan dari Pemerintah

Hasbi Guru Kelas 5 SD Inpres Bontoa Barombong juga mengeluhkan bantuan pemerintah yang tak kunjung datang. Kepada portamedia, ia mengatakan jika bantuan tersebut akan susah untuk didapatkan.

"Belum tersentuh bantuan dari pemerintah, karena kami terhalang oleh kategori untuk bantuan renovasi kelas. Ada namanya bantuan rehab. Itu sudah tidak bisa, karena sekolah ini sudah tidak masuk dalam kategori rehab ringan," bebernya.

Baca Juga : Hadapi Gugatan GMTD, PT Hadji Kalla Siapkan Bukti Kuat dan Dua Kantor Hukum

Jika demikian katanya, memang harus diurus dengan berbagai persyaratan. Karena dana bos juga tidak dapat mengakomodir renovasi itu.

"Apalagi bangunannya dengan kondisi yang serius. Dan kalau menunggu bantuan dari pemerintah pasti lama, karena sampai sekarang belum ada," keluhnya.

GMTD Wujudkan Harapan Renovasi Kelas

Keinginan Hasbi bersama jajaran pimpinan SD Inpres Bontoa akhirnya terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh PT. Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) pada September lalu. Renovasi dua kelas dapat membangkitkan semangat siswa untuk belajar tanpa harus membagi tugas atau bergantian menggunakan kelas lagi.

Baca Juga : Komitmen Pilar Tangguh: Aksi Donor Darah GMTD Kumpulkan 130 Kantong Darah

"Karena kan, sebelum ada bantuan dari GMTD. Kami agak kewalahan mengajar karena jumlah siswa tidak sesuai dengan jumlah kelas yang ada. Jadi biasanya kami buat kelas pagi dan kelas siang," bebernya.

Jumlah siswa SD Inpres Bontoa tutur Hasbi sebanyak 467. Ruang kelas rombongan belajar ada 16 kelas dan kami hanya punya 11 kelas. "Makanya, pas ada informasi kalau dapat bantuan perbaikan, kami sangat senang, setidaknya mengurangi beban atas fasilitas yang masih kurang memadai. Akhirnya dua kelas yang sempat kosong bisa digunakan kembali," ucapnya riang.

Dalam sebulan katanya, bangunan kelas yang rusak sudah dapat digunakan kembali. Siswa juga akhirnya bersemangat menempuh pendidikan yang layak.

Baca Juga : DPRD Sulsel Telusuri Dugaan Manipulasi GMTD: Saham Pemda Disebut Tergerus

Hasbi berharap, adanya bantuan GMTD, bisa menghentakkan nurani pemerintah untuk mengulurkan bantuan renovasi atau bantuan kelas untuk sekolah Inpres Bontoa yang lebih baik. 

"Karena terus terang bangunan ini bangunan lama. Dan belum ada sampai sekarang terkhusus kelas tidak ada permen baru. Kalau untuk bangunan, mudah-mudahan ada peremajaan," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer