- 10 Mei: Penembakan
Kementerian pertahanan memerintahkan pasukan untuk menembak di tempat siapa pun yang terlibat dalam penjarahan atau melakukan perbuatan yang mengancam nyawa.
Pemerintah menerapkan jam malam bagi masyarakat. Namun demonstran menentangnya. Kebijakan itu dibatalkan di pekan yang sama setelah diterapkan.
Perwira tinggi polisi di Kolombo diserang dan kendaraannya dibakar.
- 10 Juni: Darurat Kemanusiaan
Baca Juga : CGP Bantu Tangani Masalah Air Bersih di Makassar
PBB memperingatkan bahwa Sri Lanka sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang mengerikan, dengan jutaan orang sudah membutuhkan bantuan.
Lebih dari tiga perempat populasi telah mengurangi asupan makanan mereka karena kekurangan pangan yang parah, kata PBB
- 27 Juni: Penjualan Bahan Bakar Ditangguhkan
Pemerintah mengatakan Sri Lanka hampir kehabisan bahan bakar dan menghentikan semua penjualan bensin kecuali untuk layanan penting.
- 1 Juli Rekor Inflasi Baru
Pemerintah menerbitkan data yang menunjukkan inflasi telah mencapai rekor tertinggi untuk bulan kesembilan berturut-turut, sehari setelah IMF meminta Sri Lanka untuk mengendalikan harga tinggi dan laju inflasi.
- 9 Juli: Rumah Presiden Diserbu
Baca Juga : Sebut Dunia Krisis Finansial, Jokowi Bangga Indonesia Masih di Lirik Investor Global
Presiden Rajapaksa melarikan diri dari kediaman resminya di Kolombo dengan bantuan pasukan, sesaat sebelum para demonstran menyerbu kompleks itu, dan dia dibawa ke lokasi yang dirahasiakan di lepas pantai.
Rekaman dari dalam kediaman menunjukkan pengunjuk rasa yang gembira melompat ke kolam dan menjelajahi kamar tidurnya yang megah.
Kediaman Wickremesinghe dibakar. Polisi mengatakan dia dan keluarganya tidak ada di tempat kejadian.
Baca Juga : PBB: Anak-anak di Sri Lanka Makin Terancam Tertidur dalam Keadaan Kelaparan
Rajapaksa kemudian disebut bersedia untuk mundur pada 13 Juli mendatang sebagaimana yang disampaikan oleh ketua parlemen Mahinda Abeywardana dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Hal yang sama disampaikan kantor Wickremesinghe, atas kesediaan perdana menteri itu mundur dari jabatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News