0%
Minggu, 10 Juli 2022 22:25

Kronologi Krisis Sri Lanka, Presiden Setuju untuk Mundur 13 Juli Mendatang

Editor : Rasdiyanah
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Foto: Reuters
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Foto: Reuters

Sri Lanka sedang dilanda krisis, kabar terbaru tersebar bahwa Presiden Gotabaya Rajapaksa bersedia mengundurkan diri pada 13 Juli mendatang. Persetujuan ini setelah rangkaian protes dilakukan warganya, terakhir dengan menduduki istana kepresidenan.

  • 10 Mei: Penembakan

Kementerian pertahanan memerintahkan pasukan untuk menembak di tempat siapa pun yang terlibat dalam penjarahan atau melakukan perbuatan yang mengancam nyawa.

Pemerintah menerapkan jam malam bagi masyarakat. Namun demonstran menentangnya. Kebijakan itu dibatalkan di pekan yang sama setelah diterapkan.
Perwira tinggi polisi di Kolombo diserang dan kendaraannya dibakar.

  • 10 Juni: Darurat Kemanusiaan

Baca Juga : CGP Bantu Tangani Masalah Air Bersih di Makassar

PBB memperingatkan bahwa Sri Lanka sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang mengerikan, dengan jutaan orang sudah membutuhkan bantuan.
Lebih dari tiga perempat populasi telah mengurangi asupan makanan mereka karena kekurangan pangan yang parah, kata PBB

  • 27 Juni: Penjualan Bahan Bakar Ditangguhkan

Pemerintah mengatakan Sri Lanka hampir kehabisan bahan bakar dan menghentikan semua penjualan bensin kecuali untuk layanan penting.

  • 1 Juli Rekor Inflasi Baru

Pemerintah menerbitkan data yang menunjukkan inflasi telah mencapai rekor tertinggi untuk bulan kesembilan berturut-turut, sehari setelah IMF meminta Sri Lanka untuk mengendalikan harga tinggi dan laju inflasi.

  • 9 Juli: Rumah Presiden Diserbu

Baca Juga : Sebut Dunia Krisis Finansial, Jokowi Bangga Indonesia Masih di Lirik Investor Global

Presiden Rajapaksa melarikan diri dari kediaman resminya di Kolombo dengan bantuan pasukan, sesaat sebelum para demonstran menyerbu kompleks itu, dan dia dibawa ke lokasi yang dirahasiakan di lepas pantai.

Rekaman dari dalam kediaman menunjukkan pengunjuk rasa yang gembira melompat ke kolam dan menjelajahi kamar tidurnya yang megah.

Kediaman Wickremesinghe dibakar. Polisi mengatakan dia dan keluarganya tidak ada di tempat kejadian.

Baca Juga : PBB: Anak-anak di Sri Lanka Makin Terancam Tertidur dalam Keadaan Kelaparan

Rajapaksa kemudian disebut bersedia untuk mundur pada 13 Juli mendatang sebagaimana yang disampaikan oleh ketua parlemen Mahinda Abeywardana dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Hal yang sama disampaikan kantor Wickremesinghe, atas kesediaan perdana menteri itu mundur dari jabatannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer