0%
Senin, 31 Oktober 2022 12:19

Mengunjungi Cerita Nenek Endang, Pelaku PKL Kanrerong di Karebosi: "Cantik" yang tak Selalu Baik

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Kawasan PKL Kanrerong. Foto: Portalmedia/Gita
Kawasan PKL Kanrerong. Foto: Portalmedia/Gita

Apa yang teringat jika disebutkan kata Kanrerong? Yang akrab dengan sebutan ini mungkin akan langsung teralihkan pada kawasan PKL di Kawasan Karebosi. Cantik dan Rapi menjadi kesan awal dari kawasan PKL ini. Namun, apa kabar dengan Kanrerong setelah perjalanannya dalam 3 tahun?

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Gerobak berwarna oranye berjejer rapi di kawasan Karebosi Makassar. Tepat di depan Bank Mandiri jalan RA Kartini. Bentuknya yang mirip jajaran genjang menambah keunikan gerobak itu, nampak cantik dari kejauhan. 

Rapi dan cantik memang mejadi kesan awal ketika melihat kawasan PKL yang dikenal dengan nama Kanrerong ini. Apalagi bagi pengguna jalan yang dari kejauhan melihat Kanrerong, akan nampak citra bersih dan rapi dari sebuah kota. 

Di sepanjang jalan, gerobak serupa warna kuning pekat itu disusun dua arah. Ada yang menghadap ke jalan raya dan ada yang menghadap langsung ke lapangan Karebosi, tempat orang biasanya berolah raga atau berakivitas sore dan pagi.

Baca Juga : UMKM Sulsel Didorong Kuasai Pasar Digital, Kadiskop UKM: Jangan Hanya Jadi Penonton!

Siang itu, 15 Oktober 2022, pengunjung terlihat minim. Terik mentari juga seakan menyapu ubun-ubun. Dari kejauhan, terlihat hanya ada tiga atau empat gerobak yang dikunjungi pelanggan. Lalu yang lainnya masih kosong dan nampak tertutup. Ada juga yang sedang sibuk bersih-bersih warung.

 

Saat menyusuri jejeran gerobak itu dari dekat, ternyata ada puluhan yang sudah rusak dan tak layak pakai, jauh dari kesan di awal ketika dilihat dari kejauhan.

Baca Juga : Penghapusan KUR Ditunggu UMKM, DPR Minta Pemerintah Percepat Regulasi

Beberapa gerobak juga sudah hilang dan sebagiannya lagi berjamur. Mungkin karena tak dipergunakan lagi, jauh dari ekspektasi awal ketika program pemerintah kota Makassar 3 tahun lalu itu dihadirkan untuk menghidupkan UMKM di Kota Makassar.

 

Langkah kaki menyusuri deretan gerobak ternyata disusul wajah memelas dari setiap penghuni warung. Mereka tak ragu memanggil pengunjung untuk menikmati makan siang atau sekadar duduk sambil meminum air mineral dingin atau sajian minuman berwarna dan manis seperti ice lemon tea.

Baca Juga : Pengabdian Eskalasi Profit UMKM Melalui Improvisasi Sistem Pembukuan Double Entry dan Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM

Adalah Endang (bukan nama sebenarnya), perempuan paruh baya yang umurnya sekitar 60 tahun. Duduk termangu di depan gerobak. Kulitnya yang sawo matang dan sudah keriput tak menghalangi semangatnya berjuang mengais rezeki. Ia menyambut portalmedia.id dengan tatapan penuh asa dan senyum lebar.

"Siniki' nak. Singgahki. Mau ki makan atau minum?," ucapnya menawarkan dengan dialek khas Kota Daeng.

Tak lama, seduhan kopi panas mengawali cerita panjang dengan nenek Endang. Ia mengatakan jika perjalanannya mencari rezeki di Kota Makassar tak mudah. Berbagai risiko hidup telah dilaluinya hingga tiba di kawasan Karebosi PKL Kanrerong tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar