"Sejak bulan lalu, banyak mi gerobak dipindahkan dari sini. Sudah ada sekitar 100 gerobak. Katanya, kami mau lagi dipindahkan ke masing-masing kecamatan. Ada juga yang bilang kalau kita di sini mau di pindahkan ke Bombang. Tidak tau mi mana yang benar," ujarnya.
Bukan hanya itu, upaya pemadaman listrik juga telah dilakukan oleh pengelola PKL Kanrerong. "Lamami, sejak pertengahan Februari 2022. Jadi sekarang, biasa jam 5 sore, pulang maki," bebernya.
Padahal kata Endang, perjanjian yang telah dibangun dengan pihak pengelola sangat berbeda dengan realisasi yang diterapkan.
Baca Juga : UMKM Sulsel Didorong Kuasai Pasar Digital, Kadiskop UKM: Jangan Hanya Jadi Penonton!
"Dulu itu, perjanjiannya, kita menjual di sini sampai 5 tahun. Tapi ini, baru tiga tahun mau maki lagi digusur," bebernya sambil memegang gamis hijau yang sedari tadi dikenakannya..
Jika pada akhirnya harus tergusur lagi, ibu dari 7 orang anak ini berharap agar pemerintah memberikan tempat yang layak dan strategis untuk berjualan.
"Supaya, bisa ki juga dapat untung banyak. Karena kalau di sini. Beberapa tahun maki. Begitu-begitu ji. Tidak ada perubahan. Untung ini tidak dibayar ji sewanya. Jadi Alhamdulillah tidak terlalu banyak ji beban," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News