PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia terus membuktikan komitmennya dalam menerapkan pertambangan berkelanjutan di 3 wilayah pengoperasiannya yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Lewat Festival Budaya, PT Vale Ikut Jaga Lestarikan Budaya di Morowali
Hal ini disampaikan Head of Communication PT Vale Indonesia, Bayu Aji dalam kegiatan Media Meet Up di Aryaduta Hotel, Jumat (4/11/2022).
Khusus di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kata Bayu, PT Vale telah menjalankan aktivitas tambang dengan menerapkan beberapa sistem yang mampu meminimalisir kerusakan lingkungan di sekitar area pertambangan.
Baca Juga : RDP di Komisi XII, PT Vale Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional
"Karena kami tak hanya mencari keuntungan, tapi juga komitmen menjaga lingkungan,"ungkapnya.
Komitmen ini dilakukan PT Vale dengan menjalankan sejumlah program, diantaranya pengelolaan limbah pabrik yang tidak langsung terbuang ke area Danau Matano .
"Jadi sebelum limbah masuk ke danau, kami kelolah lebih dulu agar tak merusak lingkungan. Pada pengelolaan ini kami punya alat mirip PDAM, sehingga limbah yang masuk sudah setara dengan jenis air layak minum,"kata dia.
Baca Juga : 617 Sak Pupuk Phonska Plus Dukung Keberlanjutan Pertanian Huko-huko
Selain pengelolaan limbah dan air danau, PT Vale juga melakukan pengelolaan debu-debu pertambangan agar tak merusak udara di sekitar Luwu Timur.
"Jadi debu tambang akan ditampung dulu, sehingga yang masuk ke udara wilayah pertambangan akan sangat minim. Inilah yang membuat Luwu Timur, khususnya Sorowako tetap asri dan terawat di tengah wilayah pertambangan yang sudah beroperasi 54 tahun,"jelas Bayu.
Menurutnya, menjaga lingkungan di area pertambangan dibutuhkan pengelolaan yang baik dan aksi yang nyata. Seperti yang dilakukan PT Vale Indonesia saat ini.
Baca Juga : Lewat Festival Budaya, PT Vale Ikut Jaga Lestarikan Budaya di Morowali
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News