0%
Senin, 11 Juli 2022 17:23

Sejumlah Negara Terancam Bangkrut Susul Sri Lanka, RI Apa Kabar ?

Editor : Rahma
Ilustrasi/INT
Ilustrasi/INT

PBB menyebut dua negara berkembang di Asia Tenggara yakni Laos dan Myamar terancam bangkrut susul Sri Lanka. Indonesia terbilang cukup aman dari ancaman resesi ekonomi.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA- Sejumlah negara berkembang diprediksi bakal menyusul krisis ekonomi Sri Lanka yang saat ini bangkrut. Beberapa negara seperti Laos, Myanmar, hingga Pakistan dikhawatirkan akan menyusul.

Dalam laporan Crisis Response Group yang dikutip di CNN Indonesia, PBB menyebut dua negara berkembang di Asia Tenggara yang rentan ekonominya karena terlilit utang, serta kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina.

Perekonomian Laos mengalami tekanan sejak terjadi covid-19. Saat ini, semakin parah akibat ditambah tekanan perang antara Rusia dan Ukraina.

Baca Juga : Deng Ical Desak PBB Turun Tangan Tindak Tegas Israel

Senasib dengan Sri Lanka, Laos juga mengalami lonjakan utang yang mengakibatkannya harus mengemis restrukturisasi utang bernilai miliaran dolar AS.

Keterpurukan ekonomi Laos bertambah parah karena cadangan devisanya yang makin menipis dan hanya mampu membiayai kurang dari dua bulan impor. Mata uangnya pun jatuh 30 persen yang memperburuk kesengsaraan negara itu.

Inflasi di Laos juga melonjak sebesar 9,9 persen (year on year) pada April 2022. Berdasarkan Tradingeconomics, inflasi Laos adalah lonjakan tertinggi kedua di antara negara ASEAN lainnya.

Baca Juga : PBB Desak Investigasi atas Penanganan Demonstrasi di Indonesia

Selain Laos, ekonomi Myanmar juga terguncang. Biang keladinya, ketidakstabilan politik Myanmar, terutama seusai aksi kudeta militer pada Februari 2021 terhadap pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Inflasi di Laos juga melonjak sebesar 9,9 persen (year on year) pada April 2022. Berdasarkan Tradingeconomics, inflasi Laos adalah lonjakan tertinggi kedua di antara negara ASEAN lainnya.

Baca Juga : PBB Desak Investigasi atas Penanganan Demonstrasi di Indonesia

Selain Laos, ekonomi Myanmar juga terguncang. Biang keladinya, ketidakstabilan politik Myanmar, terutama seusai aksi kudeta militer pada Februari 2021 terhadap pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Baca Juga : Catatan Kemendagri: Ada 104 Daerah Naikkan PBB-P2

Kendati Laos dan Myanmar seperti di ujung tanduk, tidak demikian dengan halnya Indonesia. Bahkan, Bank Dunia pernah mengecualikan Indonesia dari ancaman resesi negara-negara di dunia.

Indonesia terbilang cukup aman dari ancaman resesi ekonomi. Sebab, proyeksi pertumbuhan ekonominya tidak diubah oleh Bank Dunia yang pada tahun ini tetap di level 5,1 persen.

Pada 2021 lalu, Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif 3,7 persen. Tahun ini, perkiraannya PDB tumbuh lebih tinggi, yaitu 5 persen, dan 5,3-5,9 persen pada 2023 nanti.

Baca Juga : Pemkot Makassar Pastikan PBB 2025 Tak Naik, Realisasi 2024 Masih Positif

Inflasi Indonesia yang menunjukkan peningkatan pun masih relatif terbilang aman. Pada Juni 2022, inflasi RI mencapai 4,35 persen atau tertinggi sejak lima tahun terakhir.Lalu, bagaimana dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam?

Mengikuti Indonesia, ekonomi Singapura juga boleh dibilang dalam posisi kuat. Singapura mencatat pertumbuhan ekonomi 7,2 persen pada tahun lalu, tertinggi dalam satu dekade.

Walaupun, inflasi Singapura sudah tembus 5,6 persen per Mei 2022. Diikuti dengan inflasi inti 3,6 persen. Cukup tinggi, namun diklaim masih dalam posisi aman.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Tidak Naikkan PBB, Justru Gratiskan Sejumlah Retribusi

Malaysia juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada kuartal I 2022. Angka ini lebih baik dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar 3,6 persen.Sayangnya, inflasi Malaysia juga ikut meningkat menjadi 2,8 persen pada Mei 2022.

Begitu pula dengan ekonomi Thailand yang berangsur membaik dari tekanan pandemi covid-19. Pada tahun lalu, perekonomian negeri gajah putih ini tercatat tumbuh 1,6 persen setelah turun dalam, yaitu 6,2 persen pada 2020 lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer