PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalanrea tak butuh waktu lama untuk meringkus pak ogah yang melakukan aksi pengeroyokan disertai pengancaman senjata tajam terhadap seorang pengendara driver online.
Pak ogah arogan yang dibekuk tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tamalanrea itu yakni
Yogi Putra (21) dan Adi Ismunardi (24). Mereka dibekuk di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (9/11/2022).
Baca Juga : Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pengeroyokan di Gowa, 5 Pelaku Diamankan Polisi
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syahruddin mengatakan, peristiwa berawal saat kedua pelaku ini memukul bodi mobil korban yang saat itu tengah mencari penumpang.
"Terduga pelaku ini langsung memukul mobil korban di bagian belakang sebelah kiri, sehingga korban berhenti dan turun dari mobil dan menanyakan kepada terduga pelaku," beber Syahruddin kepada Portalmedia, Kamis (10/11/2022) siang.
Saat korban protes usai bodi mobilnya dipukul para pelaku. Pak ogah arogan ini malah mengeroyok korban hingga mengeluarkan sebilah parang."Korban menahan parang yang dibawa pelaku sehingga mengalami luka di bagian tangan," ungkapnya.
Baca Juga : Pengendara Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual Pak Ogah di Makassar
Kata Syahruddin, pihaknya kini masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Rahmat Syukri (30), berprofesi sebagai driver online ini diduga diancam oleh beberapa pak ogah saat hendak memutar kendaraannya tepatnya di depan SPBU Cokrominoto di bilangan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (9/11/2022).
Menurut keterangan Rahmat, tak hanya diancam dengan senjata tajam jenis parang, dirinya juga menjadi korban pengeroyokan para pak ogah tersebut.
Baca Juga : Dua Saudara Kembar di Makassar Keroyok Tetangga Lantaran Tak Terima Ditegur Curi Mangga
Rahmat menceritakan, berawal saat dirinya dari arah wilayah Daya hendak menuju Kota Makassar. Namun pada saat tiba di TKP, pelaku langsung memukul mobil korban di bagian belakang kiri. Korban pun berhenti guna menanyakan mengapa para pak ogah itu memukul mobilnya.
"Kemudian saya turun dari mobilnya dan menanyakan kepada terduga pelaku, kenapa ko pukul mobil ?," kata Rahmat wartawan.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengangkat kerah baju Rahmat. Kemudian terduga pelaku langsung mengeluarkan sebilah parang, namun ditahan oleh korban menggunakan tangannya.
Baca Juga : Kelompok Pemuda di Makassar Terlibat Pengeroyokan Gegara Pasang Jari Tengah
"Karena saya tahan parangnya, menyebabkan luka gores pada jari tangan kiri dan luka gores dipaha sebelah kanan saya," ucap Rahmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News