PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Nasib pilu dialami seorang pria bernama Abdul Kohar (42). Pria asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) itu dikeroyok massa lantaran dikira sebagai pelaku pencurian.
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh proyek itu dihakimi massa di Jalan DR Ratulangi, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di depan Toko Agung Makassar.
Baca Juga : Jukir Viral Peras Pengendara di Kawasan Pelabuhan Makassar Dibekuk Polisi
Aksi pengeroyokan massa yang main hakim sendiri itu pun terekam kamera amatir milik warga hingga menjadi viral di berbagai Media Sosial (Medsos), pada Kamis (10/11/2022).
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi mengatakan, dari hasil pendalaman pihaknya, pria yang dikeroyok sejumlah warga itu bukanlah pelaku pencurian. Namun berupaya bersembunyi dari kejaran preman bayaran.
"Kejadian tersebut berawal saat itu korban bersembunyi di atas atap karena ia awalnya dikejar oleh segerombolan orang yang hendak membunuhnya dari kawasan Pelabuhan Makassar, lalu beberapa kemudian ia dilihat warga setempat bersembunyi di atas atap, sehingga ia dianggap pencuri, kemudian ia didatangi warga lalu ia dimassa," jelas Lando kepada Portalmedia, Jumat (11/11/2022).
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Kata Lando, segerombolan orang yang mengejarnya itu diduga merupakan orang suruhan dari perusahaan Abdul Kohar, tempatnya bekerja yang sengaja diutus untuk mencelakainya.
"Korban menjelaskan bahwa orang yang mengejarnya dari Pelabuhan Makassar tersebut merupakan orang suruhan untuk mencelakainya. Korban menjelaskan bahwa persoalan tersebut merupakan rentetan perbuatan yang telah korban lalukan di Pulau Selayar berupa penganiaayan terhadap pekerja lainnya karena terjadi kecemburuan sosial tentang masalah upah kerja," tutur Lando.
Setelah masalah itu, Abdul Kohar pun hendak pulang ke kampung halamannya di Jawa Timur (Jatim) melalui jalur laut di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
"Untuk saat ini kita akan berkoordinasi untuk menolong untuk korban sampai di kampung halamannya di Jawa Timur karena sekarang keadaannya tidak memiliki biaya untuk pulang di kampung halamannya," ungkap Lando.
Akibat dikeroyok ucap Lando, Abdul Kohar mengalami sejumlah luka di bagian kepalanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News