0%
Selasa, 12 Juli 2022 01:14

Polemik ACT

Diperiksa Bareskrim dari Pagi hingga Malam, Eks Presiden ACT Ditanyai soal Dana CSR dari Boeing

Editor : Rasdiyanah
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengacungkan kedua ibu jarinya saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022). Foto: Republika
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengacungkan kedua ibu jarinya saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022). Foto: Republika

Pemeriksaan Eks Presiden ACT Ahyuddin, berlangsung dari pagi hingga malam. Pemeriksaan yang berlangsung di Bareskrim Polri ini soal Dana CSR dari Boeing yang disalurkan melalui ACT.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Pemeriksaan mantan Presiden ACT, Ahyudin, telah selesai. Ia diperiksa di Bareskrim Polri sejak Senin (11/7/2022) pagi hingga malam.

Sebelum meninggalkan Bareskrim Polri, Ahyudin menyampaikan terkait jalannya pemeriksaan.

"Ya, sejak jam 08.30 sampai tadi jam 9 (malam). Kurang lebih 12 jam lebih. Secara umum penyelidikan berlangsung dengan baik, lancar, santai," kata Ahyudin kepada wartawan, dilansir kumparan.com, Senin (11/7/2022).

Baca Juga : Presiden ACT Ibnu Khajar Didakwa Gelapkan Dana Rp 100 Miliar Lebih

Pemeriksaaan Ahyudin hari ini terkait dengan aliran dana dari Boeing kepada ACT. ACT diduga menyelewengkan dana untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air Boeing JT-610 senilai mencapai Rp 139 miliar.

Ahyudin menjelaskan dana itu tidak seperti dana santunan untuk mendiang korban. Namun bentuknya CSR yang digunakan ACT untuk fasilitas umum.

“Garis besarnya adalah bentuk program yang diamanahkan oleh Boeing kepada ACT itu dalam bentuk program fasum, pengadaaan fasilitas umum. Jadi, bukan uang yang diberikan kepada ahli waris itu,” kata Ahyudin.

Baca Juga : Masih Berseliweran, Bareskrim Minta Pemerintah Hapus Semua Konten Promosi ACT

“Jadi, jangan diartikan bahwa dana CSR yang diterima oleh ACT dari Boeing itu adalah bentuk santunan uang tunai yang dititipkan oleh Boeing kepada ACT lalu diberikan kepada ahli waris, nggak begitu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ahyudin menjelaskan hingga kini program pengadaan fasilitas umum tersebut masih terus berjalan. Namun, kini dia tidak mengetahui sejauh mana bEr jalannya program tersebut usai dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT.

“Apalagi sejak 11 Januari 2022 saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT. Maka progres program dari Januari sampai ke Juli 2022 ini saya juga tidak tahu, jadi 6 bulan lamanya saya tidak mengerti progresnya,” jelasnya.

Baca Juga : Terima Aliran Dana ACT, Rekening Koperasi Syariah 212 Diblokir

Ahyudin menyebut bahwa hingga dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT, program fasilitas umum hasil kerja sama dengan Boeing sudah berjalan sekitar 70 persen.

“Tebakan saya sih di atas 75 persen lah. Saya yakin sampai Januari tanggal 11 saja kalau tidak salah sudah 70 persen,” pungkasnya.

Polri Duga Ada Penyelewengan Dana dari Boeing

Menurut hasil penyelidikan Polri, ACT diduga menyelewengkan dana untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air Boeing JT610.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar