0%
Senin, 21 November 2022 12:03

Sulsel Masuk Delapan Provinsi Tertinggi Penyumbang Penyakit Tuberkulosis di Indonesia

Editor : Redaksi
Abdul Hayat Gani
Abdul Hayat Gani

Indonesia termasuk negara yang rentan akan TB. Sehingga, harus ada upaya percepatan penanganan dan pemberantasan TB secara serius, khususnya di Sulsel.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Sulsel merupakan salah satu dari delapan provinsi tertinggi penyumbang Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Adapun tujuh provinsi lainnya, masing-masing DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Data dari Kementerian Kesehatan, Sulsel merupakan salah satu dari delapan provinsi tertinggi penyumbang TB di Indonesia. Untuk itu, kami berkomitmen untuk turut serta melakukan pemberantasan TB berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TB menuju Zero TB," ungkap Ketua Badan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Sulsel, Riyanti Naziet, di sela Pelantikan Pengurus Cabang PPTI Kabupaten Kota Se Sulsel Periode 2022-2027, di Hotel Remcy, Senin, 21 November 2022.

Di Sulsel, ungkap Riyanti, Dinas Kesehatan Sulsel Tahun 2021 mencatat, terdapat 31.022 estimasi kasus TB di Sulsel. Dimana, baru sebanyak 14.808 kasus atau yang ternotifikasi yang jika dipersentasekan hanya 47,73 persen. Artinya, masih ada sekitar 53 persen yang tidak diketahui keberadaaanya di tengah ancaman penularan yang juga besar.

Baca Juga : Pj Gubernur Prof Zudan Lantik Eks Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani Sebagai Staf Ahli

"Kami siap mendukung program pemerintah untuk menuntaskan TB di Sulsel," ujarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengungkapkan, Indonesia termasuk negara yang rentan akan TB. Sehingga, ia meminta agar PPTI dapat melakukan upaya percepatan penanganan dan pemberantasan TB secara serius, khususnya di Sulsel.

"Saya berharap agar PPTI Sulsel dan Kabupaten Kota bisa segera menyusun program dalam pemberantasan TB, dengan mengutamakan sinergitas dan secara konkret," ujarnya.

Baca Juga : Gugatan ke Presiden di PTUN Jakarta Dikabulkan Tapi Belum Inkrah, BKD Sulsel: Abdul Hayat Pensiun Bulan Mei 2023

Menurut Abdul Hayat, ada empat langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penanganan TB di Sulsel. Antara lain, pemetaan, tindak lanjut, monitoring, dan evaluasi.

"Monitoring dan evaluasi agar keputusan lebih berkualitas, harus efektif dan efisien," pungkasnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer