0%
Kamis, 01 Desember 2022 08:37

Beberkan 7 Provinsi yang Endapkan APBD, Mendagri: 2024 Mau Pilih Kepala Daerah Seperti itu?

Editor : Rasdiyanah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: ist
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: ist

Mendagri beberkan 7 Provinsi termasuk di dalamnya Sulawesi Tengah yang disebutkan mengendapkan APBD 2022.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan daerah-daerah yang dana anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD-nya masih mengendap sampai November. Rendahnya serapan itu juga sempat disinggung Presiden Joko Widodo.

"Tolong sebarkan saja sehingga rakyatnya tahu kinerja kepala daerahnya seperti itu. Nanti 2024, mau pilih kepala daerah seperti itu, yang tak mampu mengelola anggaran keuangan daerahnya? Itu masyarakat jadi korban karena uangnya tidak beredar," ujar Tito, dikutip dari tempo.co, Rabu (30/11/2022).

Tito mengatakan daerah dengan serapan rendah adalah Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Bangka Belitung, Jambi, Papua Barat, dan Papua.

Baca Juga : Pemkot, KemenPANRB, Mendagri, dan BKN, Kolaborasi Cari Solusi Insiden di Makassar

Realisasi serapan APBD terendah dicatatkan oleh Sulawesi Tengah dengan realisasi baru mencapai 44 persen, diikuti Kalimantan Timur 49 persen, Papua Barat 53 persen, Bangka Belitung 54 persen, Jambi 60 persen, dan Papua 64 persen.

Tito menuturkan, dengan sisa waktu kurang lebih 30 hari lagi, daerah-daerah tersebut akan sulit untuk merealisasikan serapan APBD di atas 70 persen. Dia pun heran dengan realisasi serapan yang tak optimal.

"Mungkin di bank, saya tidak mengerti mau diapakan, ini tolonglah kepada kepala daerah," ujarnya.

Baca Juga : Tak Langgar Konstitusi, Mendagri Tito Buka Peluang Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD

Tito kemudian meminta kepada kepala daerah untuk bisa menggenjot serapan belanja pada sisa periode tahun ini. Kementerian Dalam Negeri akan memberikan sanksi kepada daerah dengan serapan belanja paling rendah dan memberikan penghargaan kepada daerah yang mencatatkan realisasi tertinggi.

"Paling tidak saya akan berikan sanksi teguran tertulis," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta pemerintah segera merealisasikan APBD yang telah ditransferkan oleh Kementerian Keuangan pada tahun ini.

Baca Juga : Dihadiri Mendagri dan Menpan RB, Sekprov Sulsel Jufri Rahman Ikuti Rapat Penataan Non ASN

Musababnya, realisasi serapan APBD sampai akhir tahun tercatat jauh lebih rendah ketimbang tahun lalu. Dia mengungkapkan, pada tahun lalu jumlah kas APBD yang tersimpan berkisar Rp 220 triliun. Namun, pada akhir tahun ini, jumlahnya masih sekitar Rp 278 triliun.

"Ini saya ingatkan kita ini mencari uang dari luar agar masuk terjadi perputaran uang, tetapi uang kita sendiri yang ditansfer menteri keuangan ke daerah-daerah justru tidak dipakai," ujar Jokowi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer