Kadiskominfo: Ini Praktik Eksploitasi Anak
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kota Makassar Mahyuddin sangat menyayangkan anak di bawah umur juga ikut turun ke jalan menjadi Boneka Badut. Ia menegaskan bahwa ini adalah salah-satu praktik eksploitasi anak.
"Mempekerjakan sendiri anak di jalanan itu termasuk mengekploitasi," ujar Mahyuddin usai membuka Pekan Raya Jurnalis 2022 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kampus 2, UIN Alauddin Makassar, Senin (5/12/2022) lalu.
Baca Juga : Pendekatan Humanis Berhasil, Pedagang Bongkar Mandiri Lapak Pasar Tumpah Jalan AMD Setelah 20 Tahun
Ia menegaskan, apalagi kalau anak-anak tersebut juga tidak diberikan haknya seperti hak untuk bermain dan hal untuk memperoleh pendidikan.
"Pemerintah Kota Makassar telah berulang kali melakukan razia dan pembina namun hasilnya tetap sama, mayoritas para Boneka Badut ini tetap turun ke jalan," katanya.
Polrestabes Makassar Dalami Indikasi Pelanggaran
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak menjelaskan, pihaknya tengah mendalami mendalami menjamurnya Boneka Badut di jalan-jalan kota tersebut.
Baca Juga : Camat Tamalate Pastikan Lokasi Eks Kandang Babi di Jalan Dg. Tata Sudah Steril
Ia menyebut, dalam fenomena lakon Boneka Badut ini sedikit berbeda dengan anak-anak yang mengemis di jalan.
"Kalau dia tidak gunakan kostum itu bisa kita tindaki, sebab yang minta-minta memang bisa terkena pidana. Tapi kan kalau menggunakan boneka kategorinya seperti seni, contoh kayak di Jakarta ondel-ondel itu kan seni. Mau dibilang minta-minta juga tidak," ujar Reonald saat berbincang dengan Portalmedia.id, belum lama ini.
Reonald juga menyebutkan, tengah mengecek landasan hukumnya seperti apa dan tengah dipelajari pelanggaran apa yang ada di dalamnya.
Baca Juga : Bocah Tujuh Tahun dan Petugas Satpol PP Jadi Korban Tawuran Antarwarga di Makassar
"Makanya kita sekarang mendalami ini, karena kan ini sudah dijadikan modus, seperti memakai karakter doraemon sambil goyang-goyang, ini sangat ramai di jalan-jalan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
