0%
Kamis, 08 Desember 2022 07:54

Lakon Para Boneka Badut di Kota Daeng, Menghibur atau Mengusik?

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Salah satu Boneka Badut yang ramai ditemui di jalan-jalan Kota Makassar. Foto: Portalmedia.id/Rafli
Salah satu Boneka Badut yang ramai ditemui di jalan-jalan Kota Makassar. Foto: Portalmedia.id/Rafli

Fenomena Boneka Badut di Kota Makassar ternyata telah menahun. Mereka tak hanya dilakonkan oleh orang dewasa seperti saat awal-awal kemunculannya, belakangan anak-anak kecil juga ramai menggunakan kostum karakter ini. Namun apakah kehadiran mereka menghibur atau justru mengusik pengguna jalan?

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Fenomena Boneka Badut kini kian menjamur di hampir setiap simpangan Traffic Light yang ada di Kota Makassar. Jika di awal-awal kemunculannya, boneka badut hanya dilakonkan oleh orang dewasa, belakangan anak-anak sepantaran usia 10 tahunan juga melakonkan ini.

Bahkan anak-anak ini lebih mendominasi jumlahnya dibanding pendahulunya, orang dewasa. Pemadangan anak kecil menjadi boneka badut adalah hal yang tak bisa dihindari pengguna jalan, maka tak heran jika Kadiskominfo Makassar menyebut fenomena ini sebagai praktik eksploitasi anak. 

 

Baca Juga : Bocah Tujuh Tahun dan Petugas Satpol PP Jadi Korban Tawuran Antarwarga di Makassar

Fakta lainnya, fenomena boneka badut ini perlahan mulai menggeser eksistensi pengamen jalanan yang selama ini menguasai lampu merah di Kota Makassar, hal itu karena boneka dianggap oleh pengguna jalan lebih menghibur.

"Lebih bagus ini daripada pengamen yang tidak jelas, biasa modal tepuk tangan ji sama lagu-lagu yang tidak ditahu juga, mending ini boneka lebih lucu," ungkap salah seorang pengguna jalan dengan dialek khas Makassar,  Usman (31), yang ditemui di sekitaran BTP oleh Portalmedia.id, belum lama ini. 

Pengguna jalan lain di Toddopuli, Rahman (26) berkata lain. Ia justru hanya terhibur di awal-awal saja. 

Baca Juga : Satpol PP Sulsel Aktifkan Kembali Pos Kamling dan Integrasikan dengan Posyandu Lintas Sektor

"Dulu awal-awal kaya lucu ji menghibur, tapi sekarang menganggu sekalimi, apalagi tambah banyak," katanya mengeluh. 

"Kalau saya, memang itu menggaggu sekali dari awal," keluh pengguna jalan lain, Abduh (51). 

Sudah Satu Tahun

Salah satu boneka yang sempat Portalmedia.id temui di sela-sela lakonnya menjadi badut boneka di Jalan Perintis mengatakansudah melakoni pekerjaan jadi boneka badut sekitar setahun lebih. 

Baca Juga : Satpol PP Lutim Musnahkan 4.760 Arsip Inaktif

"Lumayan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, lumayan dalam sehari saya bisa dapat 80 hingga 100 ribu," ujar Ani (30). 

Selain Ani, ada juga Wiwi, bocah berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. Ia dengan sumringah dan semangat mengatakan Ia menjadi boneka badut karena termotivasi ingin membeli hp. 

"Jadi boneka juga supaya ada uang jajan di sekolah, jadi setelah pulang dari sekolah baru saya ke lampu merah, biasanya jam 1 sampai jam 5 saya jadi boneka, saya biasa dapat 100 ribu rupiah," ujar Wiwi membagi pengalamannya. 

Baca Juga : 408 PPPK Satpol PP Sulsel Terima SPMT, Momen Haru Pengabdian Belasan Tahun Terbayar

Dari keterangan Ani dan Wiwi, mereka menyewa boneka tersebut dengan harga Rp 50.000.

"Setelah selesai pada sore hari, barulah kami membayar uang sewa pada si pemilik boneka," ujar Ani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer