PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Air Terjun di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dikabarkan terjadi banjir besar. Hal ini tampak dari potongan video yang dikirimkan oleh salah-satu pengunjung di taman nasional tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Firda mengatakan bahwa setiap orang memiliki telepon genggam untuk mengetahui info dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jika ada peringatan dini seperti cuaca ekstrem, masyarakat sendiri yang harus sadar dan beradaptasi dengan lingkungan.
"Nah itu yang kita harapkan masyarakat lihat itu karena peringatan BMKG, semuanya kan sudah punya hp, semua orang sudah bisa lihat peringatannya itu, misalnya Sabtu dan Minggu mau ke Malino sebaiknya ditunda dulu karena rawan longsor," ujarnya ketika dihubungi Portalmedia.id, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Sulsel Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Firda, sapaannya mengatakan bahwa situasi di Taman Nasional Bantimurung Balasaraung masih berisiko untuk berwisata.
"Sekarang situasinya Bantimurung, masih deras air dari atas, tunda dulu untuk berwisata, jangan dulu ke ke sana, itu yang namanya beradaptasi supaya mengurangi risiko bencana," bebernya.
Ia juga membenarkan bahwa tempat wisata seperti Bantimurung memang tidak ditutup walaupun lokasinya memang berisiko.
Baca Juga : BPBD Sulsel Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi Akhir Tahun
"Memang tidak ditutup, siapa yang bisa tahu langsung ada air bah, kadang yang bisa kita ketahui bahwa curah hujan hari ini tanggal 27-28 itu ringan sedang berat, Maros itu masuk berat," sambungnya.
Firda menambahkan, pegawai di Taman Nasional Bantimurung juga harus tetap masuk kantor dan menjaga aset di sana. Iia juga menegaskan bukan berarti daerah destinasi wisata dibuka, wisatawan harus datang.
Makanya, kata Firda, BPBD Sulsel bersama dengan stakeholder lainnya mengedukasi masyarakat untuk menunda terlebih dahulu untuk datang ke objek wisata.
Baca Juga : Sulsel Bersiap Hadapi Musim Hujan, BPBD Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi
"Jangan kita selalu menunggu untuk diinstruksikan dilarang masuk. Kita harus seperti orang Jepang, masyarakat sendiri yang sadar dan memahami kondisi itu, itu yang namanya beradaptasi," jelasnya.
Terakhir, ia yakin BPBD Kabupaten Maros juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi terkait bencana ini.
Sampai berita ini terbit, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maros, Fadli belum dapat dihubungi.
Baca Juga : Viral! Turis Polandia Ngamuk di Bantimurung, Nyaris Lempar Batu ke Warga
Menurut informasi dari Kepala BPBD Sulsel, Firda, Fadli masih berada di lokasi longsor yang tidak ada signal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News