PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Merespons keluhan beberapa orang tua siswa terkait dugaan praktik jual beli kalennder dan sticker di SD Pertiwi Makassar, Kepala Sekolah Hasliah mengatakan jual beli tersebut terlebih dahulu telah didiskusikan dengan komite sekolah bersama para orang tua murid.
"Informasi penjualan kalender dan sticker ini telah bergulir sejak November 2022 lalu, yang tidak tahu itu, yang tidak mengikuti pertemuan oleh wali kelas, yang di mana ada dilakukan sebulan sekali, dua bulan sekali dan juga melakukan penyampain via WhatsApp," ujar Kepala Sekolah SD Pertiwi Makassar, Hasliah kepada Portalmedia.id beberapa waktu lalu.
Lia, sapaan akrabnya menjelaskan jika hasil penjualan tersebut untuk pembangunan Musala (mushallah) di SD Pertiwi Makassar.
Baca Juga : Respons Isu Praktik Jual Beli 'Suka-suka' di Sekolah, Pengamat Ingatkan Permendikbud
"Sebenarnya kami merencanakan mesjid tapi yayasan bilang mushallah saja, oleh karena itu kami menempuh berbagai cara," jelasnya.
Selain kalender dan sticker, kata Lia pihak komite juga membuat celengan Jumat, sedekah anak- anak sekali sebulan dan orang tua yang telah disepakati dikomite dan paguyuban.
"Kami adakan market day dan bazar yang disponsori komite, hasil bazar itu Rp 7 juta, agar uang juga berkembang uangnya dibuatlah kalender yang kemudian diberikan ke anak-anak sama stiker," katanya.
Baca Juga : Sekolah Swasta di Makassar Dikeluhkan Praktik Jual Beli Suka-suka, Orang Tua: Kami Seperti Ditodong
Lia kemudian menegaskan dalam penjualan tersebut tidak ada unsur pemaksaan dan kewajiban siswa untuk membeli.
"Tapi kita mengatakan kalau misalnya tidak ikhlas jangan, jadi yang ikhlas kami sudah target, sekian harganya satu paket Rp 75 ribu, tapi kalau kemampuan anak di bawah itu boleh, di atasnya juga boleh," ucapnya.
"Kalau ada yang tidak mau jangan dipaksa dan silahkan ketemu saya atau kembalikan saja barangnya," sambungnya.
Ia juga menuturkan jika hal tersebut merupakan inisiatif dari komite sekolah .
"Ini komite yang adakan, bukan saya, jadi mereka yang cetak, mereka minta tolong fotonya anak-anak, guru dan kepala sekolahan, kemudian kami hanya membantu membagikan di kelas," ungkapnya.
Lia juga memerintahkan para guru SD Pertiwi Makassar untuk terus membangun komunikasi dengan orang tua siswa dan berpesan agar menanggapi komplen dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News