PORTALMEDIA.ID, PANGKEP - Komisioner KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Rohani bertikai dengan sesama Komisioner bernama Aminah dalam rapat pleno rutin pada Senin (2/1/2023) kemarin.
Dalam rekaman suara klarifikasi yang diterima Portalmedia.id, Rohani menceritakan awal mula pertikaian tersebut, ia juga ingin mengklarifikasi pemberitaan yang dianggap memberatkan dirinya.
Rohani menyebutkan hal tersebut bermula ketika Ketua KPU Pangkep, Burhan meminta hasil scan Berita Acara (BA) Verifikasi Faktual (Verfak) Perbaikan kepada Aminah di grub internal Komisioner, dikarenakan Burhan tidak mendapatkannya melalui Kasubag Teknis maupun admin.
Baca Juga : Logistik Pemilu di Pangkep Sudah Siap Dikirim Hingga ke Pulau Terluar
"Saya bilang dishare saja, ini bukan barang yang susah dishare, scan berita acara itu, bahkan untuk beberapa media terkait butuh data scan berita acara ini," ujar Rohani, dalam keterangannya, Rabu (4/1/2022).
Dalam grub tersebut, lanjut Rohani, terjadi perdebatan, Rohani mengklaim tidak meminta BA Verfak tersebut, namun sebagai backup apabila data tersebut sewaktu-waktu hilang.
Ditambah lagi, menurut Rohani ada laporan Tempo yang menyoroti KPU Kab. Pangkep terkait Verfak Partai Politik (Parpol), makanya Burhan ingin melihat BA Verfak sebagai referensi ketika ditanya oleh wartawan nantinya.
Baca Juga : Komisioner di Pangkep Saling Serang dan Lapor, KPU Sulsel Turun Tangan
"Scan BA itu dibutuhkan untuk memudahkan jika pak ketua dihubungi oleh wartawan bila hendak menanyakan itu, meski pak ketua sudah menyampaikan kalau hubungannya ke Verfak bisa menghubungi ibu Aminah," sambungnya.
Karena permasalahan terkait ini belum tuntas, Rohani mengatakan masalah ini sampai ke meja rapat pleno rutin.
"Saya mendengarkan informasi dari staff juga bahwa pak ketua dalam arahannya sempat mengeluhkan tidak mudahnya dia mengakses berita acara ini," bebernya.
Baca Juga : Buntut Saling Serang di Rapat, Dua Komisioner KPU Pangkep Saling Lapor ke Polisi
Rohani mengatakan, Aminah sudah memberikan berkas BA Fisik secara langsung, tetapi Rohani sendiri tidak mendapatkannya, sehingga Ia harus mencari sendiri ke Divisi Teknis yang juga ujungnya agak dipersulit.
Lebih lanjut, Rohani mengungkapkan bahwa Aminah ketika berdiskusi kemudian mengeluarkan suara lantang seolah ingin memonopoli rapat pleno.
Aminah, kata Rohani beralasan tidak mengirimkan Scan BA karena tidak membawa laptop, padahal kata Rohani, Aminah dapat menginstruksikan kepada Admin Sipol untuk mengirimkannya.
"Pada rapat itu, Bu aminah nyolot-nyolot dan suaranya keras, dan pertama memukul meja dengan sangat keras, hey dengar ma dulu, kau itu kurang ajar sekali Nani, seperti itu kalimatnya ke saya, karena dia memukul meja dan saya kaget, saya reflek memukul meja lagi dengan keras juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News