Ketika suasana rapat sempat mereda, Rohani mengaku bahwa Aminah kembali meninggikan suaranya yang berujung kepada dilemparnya vas bunga ke meja.
"Saya lupa apakah melempar air aqua dulu atau dia langsung mengambil vas bunga dengan tangan kanannya dan memukul meja dengan keras maka pecahlah vas bunga itu, seingat saya seperti itu" sambungnya.
Ia mengaku kaget diperlakukan seperti itu, dan ikut mengambil vas bunga dan melemparkannya ke dinding, tiba-tiba Aminah berdiri dan vas bunga tersebut mengenai wajahnya.
Paham Konsekuensi Hukum
Baca Juga : Logistik Pemilu di Pangkep Sudah Siap Dikirim Hingga ke Pulau Terluar
Lebih jauh, Rohani menyebutan, tidak bermaksud untuk melemparkan vas bunga ke wajah Aminah, dia juga sadar akan konsekuensi hukum yang bisa terjadi nantinya.
"Dia pegang pelipisnya bilang hah berdarah, tiba-tiba dia ingin menyerang saya kembali, tetapi sudah dilerai oleh pak ketua dan teman-teman anggota," lanjut Rohani.
Rohani juga diancam akan dilaporkan akibat hal ini. "Karena dia panik dan berdarah langsung bilang kulapor mako tidak Mantong kulapor mako," imbuhnya dalam dialek khas Sulsel.
Baca Juga : Komisioner di Pangkep Saling Serang dan Lapor, KPU Sulsel Turun Tangan
Rohani sendiri pun ikut berdarah di bagian tangannya karena pecahan vas bunga yang dilempar oleh Aminah.
Sama-sama Saling Lapor
Ujungnya, Rohani dan Aminah akhirnya sama-sama melakukan pelaporan di Polsek setelah melakukan visum.
Terakhir, Rohani memimta maaf kepada masyarakat Pangkep secara khusus karena selaku penyelenggara negara tidak sepatutnya melakukan pertengkaran-pertengkaran seperti ini.
Baca Juga : Buntut Saling Serang di Rapat, Dua Komisioner KPU Pangkep Saling Lapor ke Polisi
"Perbedaan pendapat itu hal yang wajar, hal yang biasa tetapi ketika diintimidasi ditekan dilakukan dengan suara keras, sudah diingatkan untuk tidak memukul meja, saya juga secara reflek, sebagai upaya melindungi diri saya, mungkin karena ibu Aminah yang terluka sedikit lebih parah dari saya sehingga kesan pemberitaannya seperti ini," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News