Motif Pembunuhan
Dari informasi yang didapatkan Erni, kedua pelaku tega menghabisi nyawa Dewa lantaran tergiur dengan postingan di internet yang menawarkan pembelian organ tubuh manusia.
"Dia mau jual organ tubuhnya (Dewa) tergiur katanya dengan uang banyak, " ungkapnya.
Hanya saja, nomor jaringan penjualan organ tubuh manusia tersebut sudah tidak aktif setelah bocah malang tersebut sudah tak bernyawa. Tak ada jalan lain kecuali membuang tubuhnya ke bawah jembatan bendungan Nipah-nipah.
Baca Juga : Viral Bawa Balita, Kakek 70 Tahun di Makassar Dipulangkan Polisi: Tidak Ada Unsur Penculikan
"Jadi pas sudah dia (bunuh) yang menyuruh (pembeli organ tubuh) tidak aktif jadi dibuang jasadnya," ungkapnya.
Keduanya disebut berencana bakal menjual organ tubuh Dewa seperti ginjal, jantung, hati, paru-paru.
Terlacak di CCTV
Dua orang pelajar bernama A (17) dan MF(14) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibekuk polisi usai nekat melakukan aksi penculikan dan pembunuhan secara berencana terhadap seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.
Baca Juga : Motif Dugaan Penculikan Bocah SMP di Bone, Ternyata Masalah Asmara, Kesal Lamaran di Tolak Berkali-kali
Kedua pelaku dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Panakkukang, dikediamannya masing-masing. Dimana pelaku pertama yakni A dibekuk di Jalan Batua Raya 7, Kota Makassar, Sulsel.
Kemudian polisi kembali melakukan pengembangan dan berhasil membekuk MF di Jalan Ujung Bori, Kota Makassar, Sulsel, pada Selasa (10/1/2023) dini hari.
Kasi Humas Polsek Panakkukang, Aipda Ahmad Halim membenarkan perihal penangkapan kedua pelaku. Kata dia, penangkapan berdasarkan bukti rekaman CCTV yang didalami pihaknya. Korban sendiri diketahui bernama Muh Fadli Sadewa alias Dewa.
Baca Juga : Lima Komplotan Pelaku Penculikan Anak di Bone Ditangkap, Korban Dibawa Kabur Kurang Lebih 4 Jam
"Awalnya kita menerima laporan orang kehilangan yang dilaporkan sang ibu. Setelah didalami berdasarkan hasil rekaman CCTV korban ternyata dibawa oleh dua orang pelaku saat korban berada di salah satu minimarket," Ucap Halim dalam keterangannya, Selasa pagi.
Laporan kehilangan itu dibuat orang tua korban bernama Karmin (38) pada awal bulan Januari 2023 lalu. Korban disebut tidak pulang kerumahnya selama hampir 1x24 jam. Korban dijemput oleh pelaku kalau itu menggunakan sepeda motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News