0%
Senin, 30 Januari 2023 09:32

Kendalikan Harga Jelang Ramadhan, Pemerintah Siapkan Skema Subsidi

Editor : Redaksi
Ilustrasi
Ilustrasi

Mengendalikan harga kebutuhan pokok bukan perkara mudah. Apalagi ada pengaruh dari disrupsi rantai pasok yang membuat harga energi dan pangan dunia menjadi naik.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk menjaga harga bahan pokok agar tetap stabil menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2023 mendatang. Mulai dari subsidi biaya angkut hingga subsidi harga.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, mengendalikan harga kebutuhan pokok bukan perkara mudah. Apalagi ada pengaruh dari disrupsi rantai pasok yang membuat harga energi dan pangan dunia menjadi naik.

"Kita dari sekarang mempersiapkan. Walaupun tidak mudah, karena harga pangan dunia ini kan gara-gara (perang) Rusia-Ukraina ini, masing-masing negara kan menahan produksi pangannya, jadi harganya agak naik," ujar Zulkifli kemarin, Minggu, 29 Januari 2023.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lepas Armada Pengendali Inflasi

Ia menjelaskan, subsidi biaya angkut logistik beberapa komoditas memang sudah dijalankan dalam menghadapi lonjakan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi. Skema yang sama tetap akan diberlakukan untuk menjaga harga pangan jelang Lebaran 2023.

"Kalau harga naik 5 persen, kita subsidi ongkosnya. Jadi misalnya telur dari Blitar dibawa ke Jakarta, ongkosnya dibayar oleh pemerintah, kalau sampai naik lagi kita subsidi harga," kata dia.

Janji Harga Tahu Tempe Turun

Baca Juga : Tekan Laju Inflasi, Munafri Berencana Kembangkan Pola Pertanian Lahan Sempit

Sebelumnya, Zulkifli Hasan berjanji harga tahu dan tempe akan turun menjelang bulan Ramadhan 2023. Pihaknya berkomitmen untuk menurunkan harga kedelai dari Rp14 ribu per kilogram menjadi Rp12.000 - Rp11.000 per kilogram.

Upaya itu dilakukan melalui mekanisme penggantian selisih harga pembelian di tingkat perajin tahu dan tempe. Salah satu opsinya adalah penyederhanaan mekanisme pemberian bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai sebesar Rp1.000 per kilogram (kg), sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh perajin tahu dan tempe.

"Pemerintah akan mengganti selisih harganya," kata Zulkifli, belum lama ini.

Baca Juga : Zulhas Jamin Stok Pangan Cukup Jelang Imlek-Lebaran

Iapun mengimbau perajin tahu dan tempe tidak lagi khawatir. Kemendag berkomitmen, para perajin tahu tempe dan produk olahan kedelai segera mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau, khususnya menjelang puasa. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer