PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Beberapa kasus kriminal di Polres Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan masih menjadi misteri, dan belum terpecahkan. Bahkan, ada yang hingga saat ini pelakunya belum tertangkap.
Banyaknya kasus yang belum terungkap ini terjadi di era kepemimpinan Kasat Reskrim AKP Nasaruddin, yang kini aetelah menjabat kurang lebih 11 bulan di Butta Turatea, resmi digantikan oleh AKP Supriadi Anwar sebagai Kasat Reskrim baru.
Berikut rangkuman Portalmedia.id atas perjalanan kasus yang belum selesai ini:
Baca Juga : Rusak Sel Rutan Kelas I Makassar, Narapidana Kasus Pencurian Kabur
1. Pembunuhan Yasa, Warga Kelara Jeneponto
Pada 15 Desember 2021 menjadi tanggal tragedi pembunuhan Yasa, warga kampung Lantang, Dusun Samataring, Kecamatan Kelara.
Yasa (45) ditemukan tewas di pematang sawah di kampung La'langboni. Saat ditemukan, wajah Yasa mengalami luka-luka. Ia memakai sweater berwarna biru. Di sekitarnya terlihat ada ketapel.
Baca Juga : Perkuliahan Kampus UIM Makassar Dialihkan Secara Daring Pasca Penyerangan
Belakangan, polisi menegaskan bahwa Yasa tewas diduga akibat dikeroyok massa karena dituduh sebagai pelaku pencurian.
Namun, tudingan ini belum dapat dibuktikan sebab barang yang diduga digasak Yasa tidak ditemukan di lokasi kejadian.
"Diduga Yasa merupakan pelaku pencurian ternak, namun pada saat kejadian, kita tak menemukan adanya pencurian ternak," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin kepada kepada wartawan tahun lalu.
Baca Juga : OTK Bakar Lahan hingga Nyaris Hanguskan Rumah Warga di Makassar
2. Penganiayaan Dukun oleh OTK
Ratusan orang tidak dikenal (OTK) merusak dan melukai pemilik sebuah rumah di BTN Sammolo, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, pada Senin (16/5/2022).
Rumah yang jadi sasaran amuk massa tersebut merupakan milik pria bernama Ente (43). Ente merupakan "orang pintar" atau dukun yang dianggap masyarakat memiliki kemampuan mengobati orang sakit.
Kepada wartawan, Ente menceritakan ihwal penyerangan tersebut. Pada Minggu, 15 Mei 2022, rumahnya didatangi enam orang dengan maksud membawa seseorang untuk berobat.
Baca Juga : 52 Mantan Napi Berebut Kursi Legislatif, Ada Susno Duadji hingga Nurdin Halid
Belum masuk ke dalam rumah, salah satu pasien tiba-tiba muntah darah. Ente kemudian menyuruh beberapa orang itu agar membawa masuk pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News