PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Beredar kabar Jusuf Kalla atau JK menjadi king maker dari Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 . Terkait info yang beredar ini, Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus memastikan bahwa hal tersebut tidaklah benar.
"Informasi yang kita dengar enggak gitu kok," ujar Lodewijk di Senayan, dikutip dari liputan6, Jumat (10/2/2023).
"Mana kalanya beliau diundang acara ini (Anies), dia sebagai senior, sebagai mantan wakil presiden, ya pastilah hadir," sambung Lodewijk.
Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah
Hanya saja, wakil ketua DPR RI ini menghormati hak Jusuf Kalla untuk mendukung siapa pun calon presiden. Termasuk mendukung Anies Baswedan.
"Menurut saya itu haknya beliau, yang jelas kan kita juga enggak tahu ya apakah Pak JK ke sana, kita kan belum tahu persis," ujar Lodewijk.
Lodewijk memastikan, Jusuf Kalla saat ini masih kader Golkar. Bahkan keponakannya, Erwin Aksa sedang menjabat sebagai wakil ketua umum partai berlambang beringin ini
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
"Yang jelas kan beliau masih kader Partai Golkar dan ada keponakannya wakil ketua umum, tentunya kita mendengar dari Pak Erwin yang notabenenya beliau adalah wakil ketua umum penggalangan strategis," jelasnya.
Sebelumnya, senior-senior partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan dikabarkan mulai intensif komunikasi jelang Pemilu 2024. Mereka adalah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK).
Komunikasi para king maker ini dilakukan baik secara langsung atau sekadar lewat sambungan telepon. King maker adalah istilah bagi orang-orang yang memiliki pengaruh besar dalam suksesi seorang pemimpin.
Baca Juga : SBY Desak Peran Aktif PBB Cegah Ancaman Perang Dunia Baru
King Maker Sering Bertemu
Para king maker tersebut sering bertemu, hal ini dimulai Partai Nasdem mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden pada 3 Oktober 2022. Pertemuan makin dinamis ketika PKS dan Demokrat mengumumkan dukungan kepada Anies.
"Kalau ketemu sering, telepon-teleponan kan sekarang, sudah ada video call. Ya sudah sekarang ketemunya lewat video call," kata Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya saat ditemui di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan
"Namanya kawan ketemu ngobrol, ya telepon-teleponan gitu ya. Tapi kalau secara fisik ya kadang-kadang, kita pakai medium yang tersedia saja," sambungnya.
Dia mengatakan, para king maker tersebut memberikan kontribusi yang selaras dan menjadi fasilitator dalam berkomunikasi. Sebab, dalam menuju pilpres 2024 harus saling berkolaborasi.
"Masing-masing memiliki kontribusi yang equal, baik yang punya kursi atau yang tidak punya kursi. Jadi inilah zaman kolaborasi," ucapnya.
Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara
"Di zaman kolaborasi setetes air sebutir pasir, semua memiliki nilai yang sama bukan hanya satu sak semen atau sekarung pasir yang memiliki harga tapi semua memiliki harga. Artinya toh ada nama-nama tadi hanya menjadi fasilitator dalam gerak sejarah," imbuh Willy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News