PORTALMEDIA.ID -- Kabid Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung Khairul Rijal beberkan jumlah penduduk di Kota Bandung ada sebanyak 2,4 juta orang sedangkan total populasi kendaraannya mencapai 2,2 juta unit. Menurutnya jumlah kendaraan nyaris sama dengan penduduk yang menjadi penyebab utama lalu lintas di tersebut sering macet.
Itu juga artinya hampir tiap satu orang di Kota Bandung memiliki satu kendaraan bermotor.
"Volume kendaraan saat ini yang domisili Kota Bandung saja itu sudah 2,2 juta unit, dengan 1,7 juta motor dan mobil 500.000-an, nyaris satu banding satu dengan jumlah masyarakat," ucap Rijal belum lama ini, dilansir Kompascom
Baca Juga : Pertama Selama 60 Tahun, Populasi China Menyusut
Lebih rinci, ia menjelaskan pergerakan volume kendaraan di Bandung lebih dominan pagi hari, yang bisa saja hampir mendekati 50.000 unit dalam tiga jam.
Salah satu takaran tingginya volume kendaraan di Bandung, kata Rijal, bisa dipantau dari pergerakan di persimpangan Kiaracondong-Soekarno Hatta.
Menurut dia ada banyak pemukiman di wilayah timur jadi warga mengandalkan Jalan Soekarno-Hatta menuju pusat kota.
Kondisi ini semakin diperparah karena jumlah kendaraan terus bertambah setiap tahun sedangkan ruas jalan tidak naik signifikan. Oleh karena itu ia meminta masyarakat agar menggunakan transportasi publik supaya bisa mengurangi kemacetan.
Baca Juga : Belum Beroperasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Kecelakaan: Akan Diinvestigasi
"Kita pengguna kendaraan pribadi mengeluh macet, sementara itu kita lupa bahwa kemacetan itu disebabkan oleh kendaraan pribadi, jadi siapa penyumbang kemacetan, ya kita sendiri," ujarnya.
Tidak Ditopang dengan Kapasitas Jalan
Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono mengatakan salah satu faktor kemacetan adalah jumlah kendaraan yang tidak lagi bisa ditampung dengan kapasitas jalan yang ada.
"Salah satu penyebab kemacetan itu ketika jumlah mobil tidak bisa ditampung dengan kapasitas jalan yang ada," kata Sony, Sabtu (11/2/2023) dilansir Detikcom.
Sebut saja kendaraan pribadi, Sony menyebut jumlahnya sudah cukup banyak. Pernyataan Sony sama seperti Dishub Kota Bandung jumlah kendaraan hampir mendekati populasi warga Kota Bandung.
"Jadi seolah-olah 1 warga bandung itu punya 1 kendaraan. Ini memang mengindikasikan sangat wajarlah sehingga Bandung menjadi sering macet ya karena jumlah kendaraannya sangat banyak, sementara jumlah jalannya itu tidak bertambah sampai sekarang," ungkapnya.
Disingung apakah ganjil genap seperti yang diterapkan di Jakarta, haris diterapkan juga di Bandung?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
