PORTALMEDIA.ID -- Sejumlah pihak memberikan tanggapan yang beragam terhadap kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengenai jadwal masuk sekolah bagi murid dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang yang dimulai pukul 05.00 pagi.
Philp Yoel Latuperisa, seorang siswa kelas XII SMA Negeri di Kupang, mengatakan bahwa ia tidak keberatan dengan kebijakan tersebut karena rumahnya dekat dengan sekolah. Namun, ia menekankan bahwa situasi tersebut tidak bisa digeneralisasi karena banyak siswa yang tinggal jauh dari sekolah dan tidak memiliki kendaraan.
"Jadi menurut saya, sebelum pemerintah mengambil kebijakan seperti ini harus ada tahap percobaan sebelumnya. Sehingga tidak terjadi banyak orangtua yang kontra dengan keputusan Bapak Gubernur," kata Yoel dilansir Kompas.com, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga : Motornya Mogok, Siswa di NTT Tunggangi Kuda ke Sekolah
Walaupun rumahnya dekat dengan sekolah, Yoel mengungkapkan bahwa ia harus bangun tidur pukul 04.00 Wita dan langsung mandi untuk bisa sampai ke sekolah tanpa sarapan pagi. Selain itu tidak ada waktu untuk sarapan karena harus bergegas agar tidak terkena hujan dan terlambat ke sekolah.
Pada hari pertama penerapan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 pada Rabu (1/3/2023), Yoel mengatakan bahwa ia tidak bisa masuk sekolah karena terlambat.
Yoel berharap agar Pemerintah Provinsi NTT dapat mengembalikan jam belajar seperti semula agar tidak ada lagi kontroversi. Menurutnya, masih banyak hal yang dapat diubah selain mengganti jadwal masuk sekolah menjadi lebih pagi.
"Menurutnya saya masih banyak hal lain yang diubah selain mengubah schedule, misalnya dengan mengganti sistem kurikulum yang dinilai tidak cocok di NTT" ujar Yoel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News