0%
Jumat, 03 Maret 2023 17:27

Gagal Dapat Adipura, Danny Pomanto : Saya Diwarisi Pejabat Mental Rusak

Penulis : Nurfitri
Editor : Rahma
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto/Ist
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto/Ist

Danny menyinggung terkait pemerintahan sebelumnya yang ia merasa diwarisi pejabat yang bermasalah.

PORTAL MEDIA.ID, MAKASSAR - Terhitung sejak tahun 2017 Kota Makassar tidak pernah lagi mendapatkan piala Adipura, termasuk pada tahun ini.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto sudah menduga hal tersebut dan menganggap TPA Antang menjadi pokok permasalahan.

Menurutnya, manajemen pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sangat buruk sehingga kondisi TPA tidak terorganisir dengan baik.

Baca Juga : Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Pembangunan Makassar

"Masalahnya pengangkutan, makanya saya kemarin sudah cek dan memang manajemennya kacau sekali, kalau TPA seperti begitu kondisinya, jangan harap, karena saya tahu kriteria Adipura. Saya tahu kita tidak dapat, saya ini pemegang tipekal Adipura Asean bukan hanya di Indonesia kalau ada orang bilang begitu orang tidak tahu." Ungkapnya.

Danny juga sempat menyinggung terkait pemerintahan sebelumnya yang ia merasa diwarisi pejabat yang bermasalah.

Seperti halnya mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ariaty Puspasari Abadi yang dicopot dari jabatannya karena kinerja yang kurang baik.

Baca Juga : Sabet Terbaik I Creative Financing dari Kemendagri, Kota Makassar Kantongi Insentif Rp3 Miliar

"Buktinya dulu Adipura Asean kita mampu dapat. Pada saat saya tidak ada (tidak menjabat wali kota) rusak semua ini mental. Kenyataanya begitu, bukan saya mau tuduh orang, buktinya saya dapat kecuali saya tidak dapat buktinya, bisa dianggap saya menuduh tapi kan saya diwarisi sama pejabat mental rusak begini" pungkasnya.

Wali Kota dua periode ini memberi dorongan kepada DLH untuk lebih berusaha untuk membenahi TPA dan Taman Kota agar kedepannya Kota Makassar kembali mendapatkan Adipura.

"Harus ada usaha dong (DLH), bagaimana caranya mau dapat kalau tidak ada usaha. Bukan sapi. Itu dia jadi open dumping dulu itu kita dapat di alas pakai tanah. Tidak mungkin dapat." Tegasnya.

Baca Juga : TPA Antang Dibenahi, Pemkot Makassar Fokus Kurangi Beban Sampah

Terpisah, Plt Kepala DLH Makassar Ferdy Mochtar mengatakan, penyebab utama gagalnya Pemkot dapat gelar Adipura karena kondisi TPA Antang, Manggala, masih memprihatinkan.

Ia mengungkap, banyaknya ternak liar yang masuk ke kawasan pembuangan sampah tersebut menjadi penilaian tim Adipura.

"Secara logika dari aspek lingkungan dan kesehatan hewan itu otomatis tidak masuk akal kalau makan sampah, sampahnya ada kandungan plastik itu otomatis mata rantainya akan merugikan jika dikonsumsi masyarakat. " Ungkap Ferdy.

Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025

Di TPA Antang juga sudah tidak ada lagi aktivitas pengolahan kompos, juga tidak memiliki kolam lindi. Padahal itu menjadi indikator penilaian tim adipura untuk menentukan kota bersih dan sehat.

Kedepan, DLH akan melakukan evaluasi per triwulan terkait progres untuk meraih piala Adipura. Semua aspek dan kriteria akan diperhatikan, misalkan bibit yang harus dipenuhi, dan aspek-aspek lainnya.

Jadi dilakukan secara tersistem mulai dari penangan sampah dari masyarkat lewat bank sampah, kita tingkatkan kerja bank sampah, intensifkan pengelolan maggot untuk manfaatkan sampah basah, karena disamping sebagai pupuk kompos yang nutrisinya sangat bagus untuk tanaman, maggot juga bagus untuk pakan ternak," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer