PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,01 persen ke level Rp 15.313 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Senin, 6 Maret 2023, dibanding penutupan perdagangan Jumat, 3 Maret 2023, di level Rp 15.311 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,18 persen, peso Filipina dan yuan China sama-sama melemah 0,09 persen, dolar Singapura turun 0,06 persen, dolar Hong Kong melemah tipis 0,004 persen won Korea Selatan melonjak 0,13 persen, dolar Taiwan naik 0,09 persen, ringgit Malaysia menguat, 0,06 persen dan yen Jepang naik 0,01 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,02 persen ke level 104,51. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat Rp 16.277, terhadap poundsterling Inggris naik 0,15 persen ke level Rp 18.416, dan terhadap dolar Australia menguat ke level Rp 10.334.
Baca Juga : Rupiah Terus Melemah, Ini Tanggapan Bank Indonesia
Analis Keuangan dari PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra, mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS karena dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan yang agresif.
"Meskipun pada perdagangan Jumat kemarin dollar bergerak melemah terhadap mata uang utama dunia, tapi sejauh ini ekspektasi terhadap suku bunga acuan AS tersebut masih memberikan tekanan ke rupiah dan mungkin bisa berlanjut hari ini," katanya, Senin, 6 Maret 2023.
Ariston melanjutkan, pekan investor wait and see beberapa event dan data ekonomi AS demi menentukan persepsi terhadap kebijakan bank sentral AS (The Fed) pekan depan. Ia memproyeksi, sepanjang hari ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.280 sampai Rp 15.330 per dolar AS. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News