PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penelitian pada Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Pelatihan Penataan Permukiman Pesisir dengan Konsep Urban Farming untuk Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga".
Menurut Sri Aliah Ekawati, Ketua Tim PKM pihaknya melihat ancaman krisis pangan semakin besar, ditambah kondisi pasca pandemi yang masih menyisakan kondisi ekonomi sulit. Sehingga ini merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
"Misalnya, konsep urban farming yang diusulkan menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan skala rumah tangga. Konsep urban farming sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman pesisir yang padat dengan menyuntikkan unsur hijau ke dalam kawasan," ucapnya kepada portalmedia.id. Selasa (07/03).
Baca Juga : Pemerintah Perkuat Kepastian Profesi dan Penghasilan Dosen Lewat Permen Baru
Kegiatan usulan ini berada dalam skim Pengabdian kepada Masyarakat Unhas-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M). Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
"Mitra ini dijadikan sasaran karena latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Dampak dari masa pandemi COVID-19 mempengaruhi perekonomian rumah tangga yang juga berimbas pada lemahnya kemampuan para ibu dalam memenuhi kebutuhan pangan," terangnya.
Di sisi lain, lanjut Sri, permukiman yang padat dan minim ruang hijau dinilai dapat menurunkan kualitas lingkungan.
Baca Juga : Pemerintah Minta Regulasi Guru–Dosen Tidak Menghambat Dinamika Pendidikan
Urban farming dinilai dapat mejadi solusi yang tepat guna mengatasi dua isu yang dihadapi oleh mitra.Urban farming merupakan konsep bercocok tanam yang dapat dilakukan dengan skala kecil, yaitu skala rumahan.
"Dengan adanya kegiatan berkebun diharapkan lingkungan permukiman, yang meskipun padat, dapat menjadi lebih asri. Di samping itu, kegiatan urban farming dapat membantu meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan skala keluarga," terangnya.
Kegiatan ini kata Sri, terdiri atas empat tahap. Tahap pertama merupakan tahap persiapan yang terdiri atas observasi, persiapan materi serta persiapan bahan dan peralatan penunjang. Kedua,tahap pelaksanaan yang terdiri atas sosialisasi dan diskusi, perencanaan kebun percontohan dan urban farming. Tahap ketiga merupakan evaluasi. Terakhir, tahap penyusunan laporan dan artikel.
Baca Juga : Urban Farming Gerakan Kolektif Wujudkan Ketahanan Pangan di Peringatan HKG ke 53
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News