PORTALMEDIA.ID. MAKASSAR - Ratusan massa yang mengatasnamakan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melakukan aksi demontrasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar. Selasa (14/3/2023) siang.
Aksi yang melibatkan ratusan massa tersebut menuntut 2 hal, pertama terkait penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja dan kedua tentang Mafia BPJS kesehatan.
Ratusan massa ini orasi dengan menaiki kendaraan truk 10 roda yang dilengkapi dengan pengeras suara. Sebelum melakukan aksi di depan kantor DPRD Sulsel, ratusan massa itu juga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BPJS Makassar, Jalan A P Pettarani.
Baca Juga : DPRD Sulsel dan Pemprov Bahas Kejelasan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan
Para pendemo itu terlihat membawa berbagai baliho, bertuliskan sejumlah kecaman kepada pemerintah.
"Kami meminta, tindak tegas oknum pegawai BPJS Kesehatan Makassar yang melakukan penagihan iuran BPJS kesehatan sebagaimana kewajiban perusahaan namun tertagih secara mandiri," kata salah seorang orator di atas mobil bak terbuka dengan pengeras suara, Selasa.
"Bersihkan mafia-mafia yang berada pada tubuh BPJS Kesehatan
Makassar. Hentikan komersialiasasi melalui pelayanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat," lanjutnya.
Baca Juga : DPRD Sulsel Soroti Team Leader Paket Irigasi Multiyears 2025–2027
Dalam aksi demo itu, sejumlah massa juga sempat saling tegang dengan petugas keamanan saat berusaha masuk ke kantor DPRD Sulsel. Massa pendemo sempat mendorong pagar.
Arus lalu lintas juga sempat mengalami kemacetan akibat massa pendemo yang melakukan aksi pembakaran ban bekas di depan kantor DPRD Sulsel.
Aksi itu tidak berlangsung lama lantaran dapat dimediasi oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Setelah puas menyampaikan aspirasinya massa pendemo pun berangsur-angsur meninggalkan kantor DPRD Sulsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News