PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Keinginan Rijal Djamal untuk memanfaatkan aset digital sebagai simpul suara politik ditanggapi oleh Pengamat Politik Unhas, Ali Armunanto.
Katanya saat dikonfirmasi oleh portalmedia.id, kegiatan politik tak sama dengan membuat konten di media sosial.
"Suara atau followers di IG, Tiktok dan YouTube tidak bisa dijadikan acuan untuk meraih suara banyak saat pemilihan nantinya," ucapnya saat dikonfirmasi portalmedia.id, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga : Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
Ali menyebut, sedari awal Rijal harus memilah pendukungnya di sosmed. Ia harus memetakan pendukungnya sesuai daerah pemilihannya nanti.
"Misalnya, dia di Makassar 1 atau Makassar 2. Itu harus jelas orang-orangnya. Sebab, pengikut di sosmed tidak hanya bertempat di satu daerah. Mereka biasanya ada di berbagai macam daerah. Rijal harus tahu, mana citizen dan mana netizen," jelasnya.
Namun, peluang untuk mendapatkan kursi di DPRD Sulsel bisa saja diraihnya. Tergantung bagaimana cara kreatif yang bisa dilakukannya (Rijal) untuk memback up massa.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
"Karena, kalau anak muda sudah memanfaatkan tools yang mereka miliki , tentu bisa mempermudah gerakan mereka dalam mensosialisasikan diri," bebernya.
Rijal juga perlu memastikan simpul gerakan dan tim pemenangannya.
"Selain itu, pemahaman tentang polical marketing dan branding perlu dipunyai. Sehingga pemanfaatan sosial media, tiktok ig dan fb bisa optimal," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
