PORTAL MEDIA,ID.MAKASSAR -- Mantan anggota DPRD Makassar periode 2014-2019, Basdir mengaku meninggalkan Partai Demokrat pada pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2024 di DPRD Makassar, sebab merasa lebih memiliki kedekatan emosional dengan PKB.
Masuknya eks Direksi PD Pasar Makassar Raya itu ke PKB ditandai dengan atribut PDH PKB yang dikenakannya. Ia juga mengaku telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di PKB.
"Rencana iya begitu (mendaftar), karena kan kita sudah terlanjur tercebur di dunia politik makanya harus kita salurkan adrenalin. Iya tetap di Dapil II," kata Basdir kepada Portalmedia melalui sambungan seluler, Minggu malam (19/03/2023).
Baca Juga : UKK Tahap II PKB Jaring Calon Ketua DPW Berbasis Karakter Daerah
Basdir mengungkapkan bahwa dirinya memillih PKB sebagai kendaraan politik pada Pilcaleg 2024 nantinya, lantaran sudah nyaman dengan pola komunikasi sesama kader di partai berlambang 9 bintang ini.
"Memang kemarin dari Demokrat dan masuk di PD Pasar kan saya sudah tidak aktif lagi berpartai. Kemudian banyak teman-teman yang ajak gabung hampir dari semua partai lah ajak bergabung, tapi kenapa saya pilih PKB karena lebih lebih nyambung saya rasa komunikasi nya, nyaman komunikasi dengan Bang Uci (Ketua PKB Kota Makassar, Fauzi Andi Wawo)," ucap Basdir.
Basdir juga merasa keseriusan kader PKB yang memanggilnya masuk bergabung sangatlah luar biasa. Basdir pun merasa nyaman dan bisa memberi kontribusi untuk partai barunya itu.
Baca Juga : Pemulihan Gedung DPRD Makassar Dimulai
"Iya komunikasi intens sekali, sebenarnya yang lain juga bagus komunikasi, tapi saya liat bang Uchi ini keseriusan untuk ajak bergabung itu luar biasa, saya juga merasa nyaman," tukasnya.
Diketahui, pencalonan Basdir pada Pileg 2019 lalu dengan mengendarai Partai Demokrat gagal mengantarkannya kembali melenggang ke DPRD Makassar dengan raihan 4.790 suara kala itu.
Meski suara yang diraih Basdir pada Pemilu 2019 naik cukup siginifikan dibandingkan hasil Pemilu 2014 yang hanya mendapat 3.707, suara tersebut tak mampu mengalahkan dua rivalnya Fatma Wahyuddin dan Rey Suryadi Arsyad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News