0%
Rabu, 22 Maret 2023 18:41

Selamatkan Lahan Kritis, Pemkab Gowa Tanam 4.000 Bibit Pohon di Tombolopao

Penulis : Irham Syahril
Editor : Rasdiyanah
Pemkab Gowa menanam 4.000 pohon berbagai jenis di Kawasan Hutan Produksi. Foto: Ist
Pemkab Gowa menanam 4.000 pohon berbagai jenis di Kawasan Hutan Produksi. Foto: Ist

pemerintah kabupaten Gowa melakukan penanaman 4.000 bibit pohon di lahan yang tergolong kritis di daerah Tombolopao, Gowa.

PORTALMEDIA.ID, GOWA - Upaya penghijauan lahan kritis di Kawasan Hutan Produksi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tanam 4.000 Pohon di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Rabu (22/3/2023).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, Azhari Azis menuturkan kegiatan ini sesuai instruksi Bupati, 4.000 pohon berbagai jenis ditanam di lahan kritis itu. Serta menurutnya penanaman itu dilakukan tiga bulan sekali.

“Lahan yang kita gunakan tepatnya di Desa Tonasa ini memang cukup luas dan selama ini digarap oleh warga, kondisinya pun kritis sehingga kami lakukan penanaman pohon, nantinya akan tetap kita tinjau lebih lanjut demi memastikan pohon tumbuh atau tidak,” kata Azhari.

Baca Juga : Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026

Azhari menyebut pohon yang ditanam ada jenis pohon bitti, mahoni, akasia, tembesu, jati putih, dan berbagai jenis lainnya. 

“Tentunya apabila ada yang tidak tumbuh itu akan diadakan penyulaman kembali sehingga pohon-pohon yang mati kita ganti kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni mengatakan, penanaman pohon kali ini sudah dilakukan yang kedua kalinya dengan rentan waktu per tiga bulan.

Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf - BSI Lakukan Penandatanganan MoU

“Kita harapkan penanaman pohon di lahan kritis ini mampu memperbaiki lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Gowa, terangnya.

Ditambah lagi, lanjut Rauf pencemaran udara yang mengakibatkan planet bumi penuh gas polusi. Menurutnya hutan yang rusak akan menimbulkan masalah di wilayah sekitar, seperti di musim penghujan kerap mengalami banjir dan tanah longsor.

“Sebaliknya pada musim kemarau kita mengalami kekeringan, ini pertanda bahwa hutan dan lingkungan kita mulai rusak, hutan dan lingkungan yang mulai rusak tidak dapat lagi berfungsi sebagai pengatur tata air bagi kehidupan manusia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer